DPUTR Kota Cilegon Diminta (Segera) Tangani Banjir di Ciwandan dan Citangkil

Cilegon, Harianexpose.com –

Daerah Kecamatan Ciwandan dan Citangkil, Kota Cilegon, merupakan wilayah rawan banjir. Setiap musim hujan tahunan, terutama di depan Koramil Ciwandan selalu kebanjiran sekitar 50 Cm, di belakang pabrik PT. Krakatau Posko, pemukiman penduduk Kelurahan Kubangsari dan Kelurahan Tegal Ratu serta sepanjang saluran air/kanal KP sampai muara (pertemuan dengan air laut) di wilayah lingkungan industri PT. Krakatau Posko, PT.  KS, PT. KKIEC dan PT. KBS, selalu terendam banjir.

Selain itu, saluran air Kelurahan Tegal Ratu di areal Kantor Koramil Ciwandan dan eks Kantor Kelurahan Tegal Ratu menuju saluran belakang atau sebelah Utara PT. Indocement menuju sungai Kepuh/muara laut juga kerap terendam banjir. Termasuk jalan lingkar depan PT. Indoferro Kelurahan Kepuh sampai sekarang belum ada pelaksanaan pembangunan penanganan banjir dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon.

Ketua Komunitas Banjir Kecamatan Ciwandan dan Citangkil, Kota Cilegon, Faturohman.  (Foto : Istimewa).

Ketua Komunitas Banjir Ciwandan dan Citangkil, Faturohman, mengatakan, pada Kamis (11/2), sudah dirapatkan rencana aksi penanganan banjir jangka pendek di wilayah Kecamatan Citangkil dan Ciwandan di Aula DPUTR Kota Cilegon, yang dihadiri unsur Muspika, anggota DPRD Cilegon dan Humas perusahaan industri yang ada di Kecamatan Citangkil dan Ciwandan.

Namun, hingga berita ini disitat, belum juga ada realisasi pelaksanaan pembangunan perumahan dan penanganan masalah banjir di wilayah Kecamatan Ciwandan dan Citangkil.

Menurut Faturohman, pihaknya berharap kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon, diminta segera  menangani pembangunan penanganan banjir. Sebab, kalau tidak secepatnya, maka bisa menjadi penghambat pembangunan pemerintah Kota Cilegon.

“Kalau tidak ditangani secepatnya, maka akan menghambat jalannya perindustrian yang ada di Citangkil dan Ciwandan. Selain itu juga bisa membahayakan arus lalu lintas kendaraan mobil dan sepeda motor. Sebab, bisa mengalami rusak dan macet serta menghambat roda ekonomi Kota Cilegon”, tukas Faturohman.

Laporan : Babay Suiah. 

Editor In Chief : Hairuzaman. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *