Serangan “Fajar” Ala Camat Nuri Melalui Gerakan Shalat Subuh Berjama’ah

Kota Serang, Harianexpose.com –

Saling membantu antara satu dengan yang lainnya ialah hakekat manusia sebagai makhluk sosial. Karena untuk berbuat kebaikan tidak terbatas oleh ruang dan waktu, wujudnya apa serta kepada siapa kita berbuat. Demikian dikatakan Camat Curug, Kota Serang, Provinsi Banten, Ahmad Nuri, Sabtu (17/4).

“Alhamdulillah, pada hakekatnya apa yang kita berikan merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap warganya dalam rangka ikhtiar kepedulian kesalehan privat dan sosial. Sehingga diharapkan akan banyak pihak yang terketuk hatinya untuk saling membantu sesama terlebih bagi yang membutuhkannya,” ungkap Nuri.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya bersama jajarannya tengah gencar melakukan serangan fajar, berupa pemberian santunan kepada yatim piatu dan kaum dhuafa. Selain itu juga membagikan keramik untuk masyarakat yang memiliki rumah berlantai tanah.

“Serangan fajar yang dimaksud yaitu istilah baru di Kecamatan Curug Kota Serang ini. Artinya, berupa gerakan sholat subuh berjama’ah, diskusi ringan sambil mendengarkan aspirasi masyarakat tterkait Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), gizi buruk, jalan rusak, organisasi kepemudaan dan relasi antar masyarakat yang dilakukan dari kampung ke kampung,” jelasnya.

Sebagai Camat Curug, Nuri meyakini program serangan fajar dengan sholat subuh berjama’ah tersebut merupakan waktu yang tepat untuk berdo’a lantaran dianggap yang paling mustajab.

“Saya yakni serangan fajar ini waktu yang tepat dan mustajab. Semoga kita juga diberikan kemudahan dan keberkahan serta kemajuan. Sehingga pembangunan di Kecamatan Curug mendapatkan ridho dari Allah SWT,” pungkasnya.

Dan perlu diketahui, kata Nuri, kegiatan ini merupakan kegiatan yang betul-betul untuk membantu meringankan beban masyarakat yang tengah membutuhkan akibat terdampak Corona Virus Disease (Covid-19).

“Serangan fajar ini merupakan bagian dari pelayanan terhadap masyarakat, yang tentunya bukan untuk mencari sensasi maupun popularitas semata,” tambahnya.

Journalists : Edi Junaedi.

Editor In Chief : Hairuzaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *