Ormas Perisai Banten Tolak Sampah Tangsel ke Kota Serang

Kota Serang, Harianexpose.com –

Pemeritah Kota (Pemkot) Serang dan Tangerang Selatan (Tangsel) menandatangani perjanjian kerja sama pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang. Perjanjian itu ditandatangani di Balai Kota Tangerang Selatan, Selasa (27/4), Oukul 14.00 WIB.

Hadir dalam acara penandatanganan kerja sama itu Walikota Serang, H. Syafrudin dan Walikota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie.

Dalam perjanjian disebutkan, sampah Tangerang Selatan akan dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong di Kecamatan Taktakan, Kota Serang sebanyak 400 ton per hari. “Iya, kerja sama ini untuk tiga tahun ke depan, mulai Juni atau Juli,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Ipiyanto, kepada awak media, Selasa (27/4).

Ipiyanto melanjutkan, untuk setiap ton sampah dari Tangsel, Pemkot Serang mendapatkan retribusi sebesar Rp.175.000 per ton. Setiap hari, maksimal sampah yang masuk ke TPA Cilowong ialah 400 ton. Ini berarti dalam setahun, Pemkot Serang akan menerima retribusi sampah Rp.25,2 miliar.

Perjanjian kerja sama soal sampah ini sebetulnya memunculkan polemik. Warga di sekitar TPA Cilowong menolak lantaran lokasi penampungan yang sering longsor. Wali Kota, Syafrudin sendiri pernah berjanji bahwa tidak akan menandatangani perjanjian kerjasama itu. Jika masih ada warga yang tidak setuju Cilowong menampung sampah Tangsel.

Pemeritah Kota (Pemkot) Serang diminta menunda pelaksanaan kerjasama pengolahan sampah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong, Kota Serang sebanyak 400 ton per hari. Jika tetap dilaksanakan, maka kerjasama itu akan digugat ke pengadilan.

Kami Dari Ormas DPP Perisai Banten menolak sampah Tangsel.  Hal itu lantaran hanya akan menjadi gejolak di masyarakat Kota Serang, khususnya masyarakat Kecamatan Taktakan.

Jalur pembuangan sampah di Kecamatan Taktakan, pembuangan sampah trayek dari tol Serang Barat masuk ke jalan Taman Kopassus lalu melintasi Kelurahan Umbul Tengah, Kelurahan Lialang, Kelurahan Taktakan menuuju ke Kelurahan Cilowong. Setiap hari akan lewat kurang kebih 20 truck sampah ke Kota Serang tersebut.

Journalists : Uci Sanusi.

Editor In Chief : Hairuzaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *