KSOP Kelas 1 Banten Gelar FGD Bersama Asosiasi dan Pelaku Usaha Maritim

Reportase : Tri Budi – Editor In Chief : Hairuzaman.

Cilegon, Harianexpose.com

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten, menggelar Fokus Group Discussion (FGD) program aksi strategis nasional (Stranas) pencegahan korupsi (PK) dan sosialisasi bidang kepelabuhanan kepada seluruh stakeholder yang ada di wilayah Provinsi Banten, yang digelar di Hotel The Royal, Kota Cilegon, pada Kamis (22/9).

Kegiatan FGD yang dihadiri sedikitnya 65 undangan dari asosiasi dan pelaku usaha maritim, digelar untuk memberikan informasi terkait upaya-upaya strategis dari kementrian, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan. Hal itu guna mencegah korupsi dan meningkatkan pelayanan terkait kepelabuhanan, memberikan informasi khususnya yang ada di Pelabuhan Banten. Selain itu juga meningkatkan sinergi koordinasi dan kolaborasi antara stakeholder.

Kepala KSOP Kelas I Banten, Brigjen Pol Capt Hermanta, menjelaskan, kegiatan ini dilakukan guna meningkatkan pelayanan agar lebih baik. Mengingat masih banyaknya temuan masalah-masalah mendasar yang harus diselesaikan.

“Adapun tujuannya tidak lain, yakni untuk mendukung efektivitas dan efisiensi pelayanan di sektor transportasi laut. Selama ini masih terdapat masalah-masalah mendasar yang harus diselesaikan. Srjauh ini kami lakukan pembinaan-pembinaan untuk meningkatkan pelayanan agar menjadi yang lebih baik,” kata Hermanta.

Sementara itu, Sahat Manaor Panggabean, selaku Staf Ahli Bidang Manajemen Konektivitas Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman dan Investasi mengungkapkan, untuk mengurai permasalahan terkait layanan kepelabuhanan agar lebih efisien dan efektif dalam rangka memangkas birokrasi yang rentan menjadi celah terjadinya korupsi. Pihaknya mendorong seluruh pelabuhan di Indonesiax termasuk di Banten melakukan modernisasi dengan sistem digitalisasi layanan.

“Kita masuk ke era digital yang bisa diakses dengan mudah. Sehingga untuk 1 dokumen misalnya yang biasanya berhari-hari bisa diakses cepat, dimana di dalamnya ada layanan karantina, kesehatan, cukai. Ada efisiensi di situ, ada transparansi disitu. Intinya kita sudah masuk digitalisasi,” Kata Sahat.

Sahat juga menyebut, saat ini pihaknya mendorong KSOP Banten untuk merapihkan pelabuhan muatan curah, yang akan dijadikan role model atau diterapkan di pelabuhan-pelabuhan lainnya di Indonesia.

“Semangat yang sudah dibangun, ketika Banten ini rapih terutama terkait muatan curah. Hal ini akan kita implementasikan menjadi role model ke pelabuhan-pelabuhan lainnya di Indonesia,” jelas Sahat.

Terlebih saat ini, Pelabuhan di Banten sudah terkoneksi dengan layanan informasi. “Jadi ketika barang belum sampai, pelaku usaha sudah bisa mengecek di mana barangnya. Kemudian dia juga sudah bisa menyiapkan apa yang dibutuhkan sebelum barangnya ini sampai. Dengan satu sistem ini akan lebih efisien,” tambahnya.

Ia menegaskan, koordinator pelabuhan adalah KSOP. Sehingga jika terdapat masalah terkait kepelabuhanan, pihaknya menghimbau agar pelaku usaha langsung berkoordinasi dengan KSOP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.