Minta Copot Kajati Banten, Aliansi Anti Korupsi Gelar Aksi di Kejagung

Reportase : Maswi – Editor In Chief : Jairuzaman

Jakarta, Harianexpose.com

LSM Gemako, MADA LMPI Banten dan Geger Banten, yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anti Korupsi Provinsi Banten, sebelumnya telah menggelar aksi di Kejati Banten Jilid I pada (22/7/2022) dan jilid II di Kejati Banten. Kemudian dilanjutkan melakukan aksi ke Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia pada 24 Juni 2022.  Saat ini aksi yang ke 2 pada Kamis (22/9/2022).

Dalam aksi ini Kordinator Aliansi Masyarakat Anti Korupsi , Faisal, mengatakan, pihaknya minta kepada Kepala Kejagung Republik Indonesia, untuk mencopot dan memutasikan Kajati Banten, Leonard Eben Ezer SH, MH, beserta yang  lainnya .

“Diminta agar secepatnya Kejagung Republik Indonesia untuk mengambil alih secara komprehensif perkara kasus korupsi dana hibah Pondok Pesantren tahun 2018 dan 2020 di Pemerintahan Provinsi Banten. Setidaknya melakukan supervisi atas perkara ini,” tandasnya

Ia menegaskan, selanjutnya agar memerintahkan untuk membuka Jilid II perkara korupsi tersebut( tanpa perlu menunggu putusan inkracht. Selain itu, memeriksa pihak-pihak yang disebut dan atau harus bertanggung jawab sebagaimana Putusan Nomor 21/Pid.sus-TPK/2021/PN.Srg. yaitu, Wahidin Halim (mantan gubernur Banten), Al-muktabar (Ketua Tim TAPD 2019 yang sekarang menjabat PJ. Gubernur Banten Tim TAPD 2020, dan BPKAD selaku PPKD 2020.

Dari hasil audensi ketua Mada LMPI Banten, Jhonner Sihite P,  mengatakan, dari hasil keputusan hal dana Hibah Pondok pesantren Orovinsi Banten Tahun 2019 /2020 sudah dalam tahap penyelidikan. Kita tunggu dua minggu ke depan dan kita klarifikasi hasilnya dari Kejagung Republik Indonesia.

Agus S Willys menjelaskan, kalau dua minggu ke depan ternyata tidak ada jawaban, maka kita akan aksi lagi di Kejagung RI dan Kemendagri dengan jumlah massa lebih banyak.

“Apabila perlu dengan Pondok Pesantren yang jadi korban, oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dalam hal anggaran dana Hibah Pondok Pesantren tahun 2018/2020. Dimana selama ini Pondok Pesantren tercoreng oleh oknum yang hanya meraup keuntungan dirinya sendiri dan kelompoknya yang selalu menggerogoti uang rakyat Banten,” bebernya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.