Varian Omicron, Virus Jilid Kedua

0

Oleh : HAIRUZAMAN.
(Editor In Chief Harianexpose.com)

BELUM lepas dari ingatan, pada awal tahun 2020 silam, Indonesia di dera wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Ketika itu, virus dari negeri Tirai Bambu itu bermula dari warga Indonesia tertular wabah yang mematikan itu sepulang dari luar negeri. Hanya dalam tempo yang singkat, wabah Covid-19 tersebut menyebar ke seluruh pelosok negeri. Di tahun itu pula puluhan ribu rakyat Indonesia meregang nyawa akibat terpapar Covid-19. Bahkan, ratusan dokter dan perawat tewas secara mengenaskan.

Di awal tahun 2021, jumlah korban tewas akibat terpapar wabah Covid-19 tak terbilang. Untuk menekan jumlah korban terus berjatuhan, Pemerintah Indonesia membuat regulasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan mengurangi aktifitas masyarakat di luar rumah. Pemerintah Indonesia juga menganjurkan agar masyarakat selalu menjaga Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 dengan menerapkan 5M yakni, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Tak pelak lagi, akkbatnya ekonomi rakyat pun menjadi terpuruk. Tak sedikit kalangan pengusaha yang mengalami gulung tikar akibat di dera wabah Covid-19 yang berkepanjangan. Celakanya, masyarakat kecil pun terkena imbasnya. Sehingga pemerintah Indonesia pun akhirnya menggelontorkan berbagai macam bantuan mulai dari Bantuan Langsung Tunai (BLT) sampai dengan penyaluran paket sembako terhadap rakyat kecil.

Upaya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia pun tak hanya berhenti sampai disitu. Untuk menekan penyebaran wabah Covid-19, pemerintah juga telah menggelontorkan dana segar hampir sekitar seribu triliun untuk membeli vaksin sinovanc dan astrazenevac dari negeri Tirai Bambu. Dalam pelaksanaannya, kegiatan vaksinasi itu bukan hanya dilakukan oleh para tenaga kesehatan (Nakes) saja. Melainkan juga melibatkan unsur lainnya, sebut saja seperti Polri, TNI, PMI, dan yang lainnya. Semua elemen berjibaku guna memerangi virus yang mematikan tersebut.

Saat ini upaya yang dilakukan oleh pemerintah itu memang dinilai sudah membuahkan hasil. Pasalnya, angka penderita Covid-19 berangsur-angsur mulai turun. Saat ini pemerintah terus berjibaku dengan menggelar kegiatan vaksinasi Covid-19 massal di seluruh tempat di pelosok negeri ini. Hal itu bertujuan agar masyarakat mempunyai kekebalan kelompok (herd immunity).

Namun, ketika rakyat Indonesia akan mulai memarik napas lega, secara tiba-tiba dikejutkan kembali dengan munculnya virus baru bernama varian Omicron. Wakil Presiden, Ma’ruf Amin menyatakan, pemerintah akan memperketat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid kedua di daerah-daerah. Hal itu ditegaskan Wapres Ma’ruf Amin, di sela-sela acara Kongres Persatuan Insinyur Imdonesia yang digelar di Bali, pada Jum’at (17/12/2021).

Menurut Ma’ruf Amin, pasca varian Omicron terdeteksi di Indonesia, pemerintah juga membuka peluang untuk tidak menurunkan level PPKM di masing-masing daerah hingga Januari 2022 mendatang. Kendati tidak berada di level tiga, akan tetapi bisa dilakukan pengetatan dan PPKM. Selain itu, pemerintah juga akan memperketat pintu masuk ke Indonesia, baik itu melalui jalur udara, laut maupun darat.

Sementara itu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, membeberkan, kasus pertama penularan varian Omicron di Indonesia bermula dari terdeteksinya tiga orang petugas kebersihan di Wisma Atlet Jakarta. Tiga orang tersebut setelah di tes ternyata hasilnya positif terpapar Covid-19. Pada 13 Desember 2021, dari tiga orang tersebut, satu orang dipastikan terdeteksi (terpapar) varian Omicron.

Terdeteksinya kasus varian Omicron itu membuat rakyat Indonesia harus menarik napas dalam-dalam. Termyata, virus baru bernama varian Omicron tengah mengancam kehidupan rakyat Indonesia pasca di dera pandemi Covid-19 yang berkepanjangan. Semoga saja pemerintah Indonesia segera bisa mengatasi virus baru varian Omicron. Sehingga tidak menyebar luas dan kembali menyengsarakan kehidupan rakyat untuk kedua kalinya **

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *