BPRS Cilegon Mandiri Sekarat, Kerugian Capai Rp.44 Miliar

0

Cilegon, Harianexpose.com –

Kondisi Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Cilegon Mandiri, Kota Cilegon, Banten, saat ini sudah sekarat. Pasalnya, bank plat merah milik Pemkot Cilegon ini dalam keadaan merugi akibat kredit macet hingga mencapai Rp.44 miliar. Besaran kredit macet itu akibat sistem yang diterapkan sudah menyalahi aturan dan adanya kemudahan dalam menyalurkan pinjaman.

Akibatnya, negara atau Pemda dirugikan sebesar Rp.44 miliar. Saat ini kasus kerugian BPRS Cilegon Mandiri serta dugaan korupsi tengah ditangani oleh pihak Kejari Cilegon. Belum lama ini, Kejari Cilegon tengah mengusut adanya dugaan korupsi yang melibatkan pejabat bank tersebut. Salah satunya adalah Manager Marketing BPRS yang sudah ditangani pihak Kejari Cilegon.

Sementara itu, adanya kerugian Rp 44 miliar BPRS Cilegon Mandiri mendapat sorotan dari anggota DPRD Cilegon, H. Edison Sitorus. Menurut Edison, pihaknya merasa aneh, kok BPRS ruginya sangat besar dan sudah berjalan lama. “Saya menduga kerugian ini akibat prosedur sistem perbankan sudah dilanggar. Misalnya dalam hal pinjaman kredit. Mereka pejabat BPRS sudah menyalahi aturan dalam hal pinjam-meminjam dan penyaluran kredit. Itu karena pejabat bank tersebut ada kedekatan dengan kreditor tanpa mengindahkan peraturan perbankan,” ujar politisi asal PAN ini.

Berdasarkan data, total kerugian BPRS Cilegon Mandiri sudah mencapai 42 persen dari total asset sebesar Rp.105 miliar, atau Rp.44 miliar uang raib entah kemana. BPRS Cilegon Mandiri selama ini menjadi sapi perahan oleh oknum dan para kreditor yang hanya berbekal kedekatan dengan para pejabat bank tersebut. (Mb).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *