Konsumen Meradang, Minyak Goreng Raib di Pasaran

0

Oleh : Hairuzaman.
(Editor In Chief Harianexpose.com)

Menjelang bulan suci Ramadhan tahun 2022 ini, stock minyak goreng di pasar tradisional sulit untuk diperoleh oleh masyarakat konsumen. Langkanya minyak goreng di pasaran itu dikeluhkan oleh masyarakat, terutama kalangan ibu-ibu.

Kelangkaan ketersediaan minyak goreng di pasar-pasar tradisional tersebut disinyalir dipicu adanya persaingan harga yang tidak sehat. Biasanya kondisi itu dilakukan oleh pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga demi meraup keuntungan yang berlipat ganda. Padahal akibat ulah para penimbun minyak goreng tersebut dapat merugikan masyarakat konsumen.

Persaingan harga minyak goreng yang tidak sehat di pasaran dan tidak stabil itu harus adanya langkah-langkah positif yang dilakukan oleh pemerintah secara kontinyu. Misalnya, dengan melakukan operasi pasar (OP) dengan tujuan untuk menstabilkan harga minyak goreng di pasaran yang semakin langka tersebut.

Saat ini harga minyak goreng curah maupun kemasan di pasaran mencapai pada kisaran Rp.16.000,- hingga Rp.17. 000,- Padahal jIka dalam kondisi normal kisaran harga minyak goreng itu hanya sekitar Rp.13.500,- sampai Rp.14.500,-

Kendati operasi pasar (OP) telah dilakukan oleh pemerintah, akan tetapi harga minyak goreng curah maupun dalam bentuk kemasan dinilai masih cukup fluktuatif di pasaran. Jadi, dengan adanya OP tersebut tidak spontan harga minyak goreng menjadi stabil seperti biasanya.

Celakanya, ditengarai banyak pihak yang menangguk keuntungan di tengah situasi kelangkaan minyak goreng di pasaran itu. Bahkan, belum lama ini ditemukan oknum yang melakukan penimbunan minyak goreng di wilayah Sumatera.

Diharapkan aparat penegak hukum melakukan tindakan yang tegas terhadap ulah nakal yang dilakukan oleh oknum yang memanfaatkan situasi di tengah kelangkaan minyak goreng yang sangat merugikan para konaumen tersebut. Mudah-mudahan stock minyak goreng di pasaran akan kembali normal menjelang bulan suci Ramadhan ini.

Kondisi ekonomi masyarakat saat ini sangat memprihatinkan akibat didera badai pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang berkepanjangan. Bahkan, akhir-akhir ini muncul varian baru bernama Omicron. Sehingga semakin memperpanjang penderitaan masyarakat kecil.

Karena itu, diharapkan pemerintah segera melakukan langkah positif agar kehidupan perekonomian masyarakat kembali normal seperti sedia kala. Bukan dihadapkan pada kondisi dan situasi semakin langkanya bahan-bahan kebutuhan pokok di pasaran seperti sekarang ini  Sehingga masyarakat strata bawah semakin meradang. **

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *