Warga Pandeglang Resah, Program UMKM Dipertanyakan

0

Reportase : Sukri – Editor In Chief : Hairuzaman.

PANDEGLANG, Harianexpose.com

Program UMKM yang digembor-gemborkan untuk masyarakat bisa mendapatkan tambahan modal usaha, ternyata tidak lancar seperti apa yang diharapkan khususnya warga Desa Sodong, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Banten,

Pasalnya, warga Desa Sodong dijanjikan oleh oknum Koordinator dan para Kader Pengurus Program UMKM tersebut untuk mendapatkan modal usaha harus mengurus terlebih dahulu persyaratan antara lain NIB dan rekening bank.

Dalam mengurus persyaratan tersebut masing-masing koordinator minta biaya yang bervariatif antaa kisaran Rp.50 ribu hingga Rp 100 ribu pet orangnya untuk NIB. Sementara untuk pembuatan rekening bank sebesar Rp.110 ribu hingga Rp.170 ribu per orang, termasuk administrasi dan ongkos.

Adapun biaya keseluruhan senilai Rp.160 ribu hingga Rp.270.ribu per orang.  Keterangan ini diutarakan salah satu warga yang enggan di ebut namanya yang ikut program tersebut di kediamannya saat dikonfirmasi awak media ini pada Sabtu (23/7/2022).

Hal senada dikatakan SN. Menurut ia, betul pihaknya ber empat satu RT Kmp. Legok nangka, ikut program itu. Namun, sampai saat ini belum ada tanda-tanda mau cair. Sedangkan uang untuk memgurus persyaratan, saya dapat pinjam pak, tolong bantu kami pak. Tanyakan ke koordinator, Ika,” terangnya.

Masih di hari yang sama, Ika. F. selaku Koordinator sekaligus pendamping, ketika dimintiai keterangan mengatakan, betul saya menerima uang dari mereka untuk membuat persyaratan. Akan tetapi, uangnya saya serahkan ke bu Meri, selaku Koordinator Kecamatan untuk membuat NIB dan pembuatan buku rekening oleh bu Nupus,” kilahnya.

Menurut Nupus, dalam program ini kami ikut mengurus warga dalam membantu pembuatan persyaratan saja dan uangnya pun ada di masing-masing buku tabungannya, “Sementara untuk realisasinya, saya serahkan ke penanggung jawab pusat, silahkan hubungi saja, Andang dan Bu Mis di Tangsel,” terangnya.

“Program ini sebetulnya dilema juga bagi kami. Karena semua selalu menanyakan ke kami. Program ini mau dibawa kemana, tolong juga bantu kami pak agar ada kejelasan,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *