Satgas Percepatan Investasi Diminta Lakukan Audit PT. TGM Kalteng

0

Reportase : Suprani – Editor In Chief : Hairuzaman.

PALANGKA RAYA, Harianexpose.con

Selama hampIr 15 tahun hingga saat ini permasalahan internal antara PT. Tuah Globe Mining (TGM) dan PT. Kutama Mining Indonesia (PT KMI) tidak kunjung selesai dan membuat gaduh di lapangan. Tak pelak lagi. sehingga banyak pihak yang dirugikan.

Ketua DPD Joman Kalteng, Hendra Jaya Pratama, pada Sabtu (23/07/2022), mengajak Satgas Percepatan Investasi  untuk segera melakukan pengecekan dan audit PT. Kutama Mining Indonesia (PT. TGM) juga minta DAD Provinsi Kalteng untuk secepatnya melakukan investigasi merangkum sejarah perjalanan masuknya PT. TGM – PT. KMI – PT. KASINTU JAYA MAINING – PT. RIMA MAINING DAN JUPITER MINING. terkait kekisruhan yang cukup meresahkan masyarakat Kalteng selama 15 Tahun,

Sehingga mengakibatkan macetnya sebuah investasi yang sudah merugikan masyarakat Kalteng, khususnya pihak Pemodal Awal PT. Kutama Mining Indonesia (PT. KMI), Pak Ong dan Ibu Susi,” beber Ketua DPD Joman.

Masi kata Hendra, sementara dirasakan oleh Susi selaku Owner (Pemilik) PT. Kutama Mining Indonesia (PT KMI), yang bergerak dalam bidang usaha pertambangan Batu bara, di wilayah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng) sangat peduli dan responsif baik terhadap warga maupun budaya adat Dayak.

Kepedulian dan kecintaannya terhadap adat Dayak, terbukti dengan kedekatan beliau terhadap para tokoh adat, seperti saat bersama-bersama dengan Almarhum Ketua Dewan Adat Dayak (DAD), H. Sabran Ahmad serta tokoh lainnya Almarhum Drs. Dagut Djonas.

“Owner PT. KMI, Wang Xiu Juan (Susi), sosok yang sederhana dan supel dalam kesehariannya serta memiliki hubungan sosial yang cukup baik dengan masyarakat sekitar. Apalagi ia selaku owner PT. KMI merupakan investor yang memiliki bisnis usaha di Kalteng dengan investasi yang ditanamkan Rp.1, 6 Milyar dalam usaha pertambangan, kerjasama kemitraan dengan PT Tuah Globe Mining (PT TGM), pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kecamatan Kapuas Hulu, Kalteng.  tentunya harus menciptakan suatu hubungan yang baik,” imbuh Hendra.

PT. KMI, Susi mengatakan, pihaknya kenal dekat dengan mantan Ketua DAD Kalteng, Almarhum H. Sabran Ahmad, dan saya terkejut bapak Dagut Djonas sudah meninggal dunia. Mereka orang baik semua.

Lanjut Susi, selama berbisnis dan berinvestasi di Kalteng, hal utama yang harus dilakukan yaitu harus menjalin hubungan baik dengan masyarakat sekitar tempat usaha serta para Tokoh Adat tak terkecuali aparat Pemerintah.

Selain itu juga, dalam setiap ada event kebudayaan Dayak, owner PT. KMI ini, tidak sungkan ikut dalam kegiatan tersebut. Terlihat dokumentasi foto yang memperlihatkan kehadirannya pada event seni kebudayaan seperti, dokumentasi bersama Almarhum Sabran Ahmad, Dagut Djonas, dan tokoh pemuda Dayak lainnya.

Susi mengatakan, saat meninggalnya, almarhum H. Sabran Ahmad, seorang Tokoh Pendiri Provinsi Kalteng dan selaku Ketua Tokoh Adat Dayak,
beliau mewakili PT. KMI mengirim karangan bunga sebagai ungkapan turut berduka cita atas wafatnya tokoh Kalteng tersebut.

“Kedekatan beliau tidak hanya dengan para tokoh adat dan budaya Dayak Kalteng, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat di sekitar usaha pertambangan PT KMI,” ucapnya.

Pendi salah satu warga Desa Tangirang menyatakan, keberadaan PT. KMI di wilayah desanya, selama ini sudah banyak membantu dab menyerap tenaga kerja. Sehingga dapat meningkatkan kebutuhan sehari-hari serta mengurangi pengangguran.

Selain itu, Hendra yang juga seorang aktivis dan pegiat keadilan menuturkan, sosok seperti ibu Susi yang telah berinvestasi di Bumi Tambun Bungai (Kalteng), kontribusinya terhadap Daerah Kalteng sudah banyak. Selain dari investasinya, kehadiran PT. KMI juga menyerap tenaga kerja bagi masyarakat sekitar serta Pajak pendapatan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.e

Hndra menambahkan, para Investor yang telah memiliki usaha di wilayah kita, harus kita jaga. Contohnya seperti Ibu Susi, Owner PT KMI. “Kepeduliannya dan kedekatannya dengan para tokoh adat Dayak, ini memperlihatkan bahwa ia peduli akan kebudayan kita selama ini, jarang ada Owner seperti ibu Susi ini, ” terang Ketua DPD Joman ini.

Sambung Hendra berharap terkait permasalahan yang di alami PT. KMI, yang saat ini dililit permasalahan internal perusahaan, yaitu PT. TGM, berdasarkan data dan bukti Direktur PT. TGM pemilik IUP Pertambangan (HS) awalnya sebagai orang yang dipercaya oleh PT. KMI untuk mencari lahan batu bara dan mendirikan perusahaan cadangan untuk bergerak dalam bidang pertambangan batu bara yang hasil dari
pekerjaannya tersebut harus diserahkan kepada PT, KMI sebagai penyandang dana sesuai dengan kesepakatan awal bersama. Namun, saat ini telah berupaya, melarikan hak – hak yang telah diusahakan PT. KMI.

“Sebagai putra daerah, kita wajib membantu sesuatu hal yang benar, terutama menyangkut onvestasi yang ada di Kalteng,” imbuh Hendra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *