Al Muktabar : “HIPMI Banten Diminta Berikan Kontribusi Bagi Pembangunan”

0

Kota Serang, Harianexpose.com

Pj. Gubernur Banten, Al Muktabar, mengatakan, pihaknya minta agar BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Banten, bisa memberikan kontribusi bagi pembangunan perekonomian di Banten.

Hal itu dikatakan Pj. Gubernur Banten, Al Muktabar, usai membuka Diklatda BPD HIPMI Banten, yang digelar di Hotel Horison Ultima Ratu, dibilangan Kota Serang, pada Senin (25/7/222). “Saya berharap HIPMI Banten dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Banten,” tandasnya.

Ketua Unum BPD HIPMI, Ananda Trianh Solichan. (Foto : Istimewa).

Wakil Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar H. Buchori, menjelaskan, pasca Indonesia di dera Covid-19 diharapkan HIPMI dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan, terutama bisa menciptakan lapangan kerja baru. “Untuk ke depan, HIPMI akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” bebernya

Sementaa itu, Ketua Umum BPD HIPMI Banten, Ananda Trianh Salichan, mengungkapkan, Diklatda yang digelar BPD HIPMI Banten ini menghadirkan pembicara dari berbagai bidang. Salah satu konsen BPD HIPMI Banten adalah harus bisa mencetak pengusaha-pengusaha muda baru. Sehingga diharapkan bisa memberikan kontribusi bagi pembangunan di Banten maupun di Indonesia.

Ketua Organizing Commitee (OC) Diklatda BPD HIPMI Banten, Hisyam Dyah. (Foto : Istimewa).

Menurut Ananda, diharapkan teman-teman HIPMI Banten dapat membuka lapangan kerja baru. Sehingga mereka bisa merekrut tenaga kerja. “Di Banten semua jenis usaha bisa dikembangkan,” terangnya

Ketua Organizing Commitee (OC) Diklatda BPD HIPMI Banten, Hisyam Dyah, menambahkan, Diklatda HIPMI Banten ini untuk internal dan menyiapkan kader-kader yang baru masuk dan bergabung di HIPMI agar satu visi dan seirama. “Target Diklatda adalah bisa mencetak pengusaha muda yang relevan dengan visi dan misi HIPMI,” tandasnya.

Hisyam menuturkan, pandemi Covid-19 selama dua tahun lebih sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan dunia usaha. “Dengan adanya Diklatda ini diharapkan bisa berinvestasi. Karena investasi itu bukan hanya berupa uang saja, melainkan juga diantaranya investasi ilmu pengetahuan,” tukasnya

Ia menambahkan, diharapkan pula pengusaha mempunyai perspektif lain terkait mengatasi usaha yang terdampak pandemi Covid-19. “Indonesia sebagai negara berkembang bisa menjadi negara maju. Karena, untuk menjadi negara maju itu komposisi pengusahanya harus 5 % hingga 10 %. HIPMI mendorong Indonesia agar menjadi negara maju, baik itu di tingkat regional Asean maupun dunia,” ujarnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *