Breaking News : Di Kragilan Odong-Odong Tertabrak Kereta Api, Ini Daftar Korban

0

Reportase : Suprani – Editor In Chief : Hairuzaman.

SERANG, Harianexpose.com

Satlantas Polres Serang mengevakuasi odong-odong yang tertabrak kereta api dengan Nomor 4425 di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Kampung Silebu, Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, pada Selasa (26/07) sekitar pukul 11.30 WIB.

Kapolres Serang, AKBP Yudha Satria, membenarkan kejadian tersebut, “Benar telah terjadi kecelakaan lalu lintas odong-odong yang tertabrak kereta di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Kampung Silebu, Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang,” kata Yudha.

Yudha menjelaskan, kronologi kejadian yang menimpa odong-odong tersebut, “Pada Selasa (16/07), JL (27), mendapat penumpang di Kp. Cibetik, Desa Pabuaran, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, sebanyak 20 orang penumpang terdiri dari anak-anak dan orang dewasa, dan berencana membawa penumpang melalui rute tujuan Kp. Cibetik, Desa Silebu – Desa Sukajadi – Desa Sentul dan kembali ke Kp. Cibetik. Kemudian ketika sampai tepatnya di Rel Kereta Api tanpa palang pintu di Kp. Silebu, tiba-tiba kereta api datang dari arah Serang – Rangkasbitung menabrak bagian belakang samping kiri odong-odong yang dikendarai JL terseret.

Tak pelak lagi, sehingga penumpang terpental dan menyebabkan korban meninggal dunia dilarikan ke RSUD dr. Drajat Prawira Negara. Sedangkan korban luka-luka dilarikan ke Puskesmas Silebu dan kerugian materi sebanyak Rp.3 juta,” jelas Yudha.

Yudha menjelaskan, akibat dari kecelakaan tersebut menyebabkan tiga anak dan 6 orang dewasa meninggal dunia, “Odong-odong yang penuh penumpang tersebut terpental dan sebagian bodinya hancur berantakan. Untuk data sementara akibat kecelakaan tragis itu sembilan orang dilaporkan tewas dan 10 oramg mengalami luka-luka,” tutirnya.

Untuk korban LR yang sudah pulang ke rumah Kp. Cibetik RT.10/03 Kelurahan Pangampelan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, antara lain, Hanipah Sapitri (5 thn), Dinari/Putri (6 thn), Kiki (3 thn), Jahira (3 thn), Aini (7 bln), Pirda (4 thn), Kila (5 thn), Tisa (8 bln), Bilkis (4 thn) dan Jikri (4 thn).

Adapun korban MD beralamat di Kp. Cibetik RT.10/03 Kelurahan Pangampelan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Saptiah (50 thn), Sawiah (60 thn), Tanis (45 thn), Azizah Atiah (2 thn), Kadilah (49 thn), Sunenah (55 thn), Yanti (25 thn), Ismawati (9 thn) dan Amanda (2 thn).

Kapolres Serang mengatakan, saat ini pihak kepolisian telah mengamankan pengemudi odong-odong untuk dimintai keterangan dalam rangka penyelidikan serta akan melakukan olah TKP bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Banten,

“Satlantas Polres Serang telah mengamankan pengemudi odong-odong JL untuk dimintai keterangan dalam rangka penyelidikan. Selain itu, akan melakukan olah TKP bersama Tim Trafic Accident Analyst (TAA) Direktorat Lalu Lintas Polda Banten,” kata Kapolres.

Yudha menambahkan, Polres Serang akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat dengan PJKA agar membuat palang pintu perlintasan kereta api. Sehingga dapat mengantisipasi agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.

Kapolres menegaskan, mobil odong-odong tidak diperbolehkan digunakan dijalanan umum karena bukan peruntukkannya. Saya berharap agar orang tua tidak membiarkan anaknya ikut naik odong-odong yang melintasi jalan raya, “Saya tegaskan bahwa kendaraan odong-odong tidak diperbolehkan digunakan dijalanan umum. Karena bukan peruntukkannya, dan berharap agar orang tua tidak membiarkan anaknya ikut naik odong-odong yang melintasi jalan raya,” bebernya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *