Timbulkan Polusi Udara, Warga Desa Beberan Geruduk PT. JAS

0

Reportase : Suprani – Editor In Chief : Hairuzaman

SERANG, Harianexpose.com |

PT. Shiva Shakti Steel yang kini menjadi PT. Jaya Abadi Steel (JAS) yang merupakan perusahaan produksi besi dan terletak di Kampung Cimiung, Desa Beberan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang digeruduk warga, Kamis (25/8/2022).

Kemarahan ratusan warga Desa Beberan, Kecamatan Ciruas ini, lantaran polusi udara yang ditimbulkan oleh kegiatan produksi PT. JAS menggangu serta terhentinya kompensasi kepada masyarakat.

Warga Desa Beberan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang merasa geram terhadap PT JAS, sebab dinilai tidak ramah lingkungan terhadap masyarakat sekitar.

Ma’ruf Koordinator aksi saat ditemui awak media mengatakan agar tuntutannya dapat dipenuhi oleh perusahaan.

“Tuntutan kami yang pertama yaitu tentang asap atau polusi karena kami anggap sangat berbahaya bagi anak-anak kami, keluarga kami, karena asap ini sangat besar dan mengepuli pemukiman kami. Yang kedua masalah limbah, limbah kenapa harus ditanam di dalam tanah itu kan merusak penyerapan air, sehingga air milik warga tidak layak untuk dikonsumsi,” tandasnya.

Pihaknya juga meminta agar pihak manajemen untuk diperbaiki mengenai permasalahan asap agar tidak banyak keluarnya. Karena kata Ma’ruf warga tahu perusahaan pasti tetap akan mengeluarkan asap.

“Kami minta persoalan asap agar segera ditanggulangi atau diminimalisir agar asap itu tidak masuk ke Pemukiman,” tegasnya.

Ma’ruf juga mengungkapkan, bahwa kompensasi terhadap masyarakat pernah ada cuma karena dikurangi mangkanya masyarakat minta disesuaikan kembali seperti awal sebesar Rp. 17.500.000 dari PT Jaya Abadi Steel.

Di tempat yang sama Kasi Trantib Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang Najmuddin mengutarakan, bahwa warga Desa Beberan sudah lama mengadu keluhannya ke Kecamatan terkait polusi.

“Sebenarnya sudah lama masyarakat mengadu ke kami, cuma kaitan dengan polusi udara. Alhamdulillah setelah ada surat dari masyarakat kita mediasi dengan pihak perusahaan sebelum terlaksananya demo ini Alhamdulillah pihak perusahaan menerima tuntutan masyarakat,” ungkap Kasie Trantib.

“Bagaimanapun juga semua itu warga kami, tentunya kita semua akan mengawal kaitan polusinya. Setelah mediasi ini selesai kita akan kontrol satu Minggu dua kali sampai pihak perusahaan bisa mengatasi masalah asapnya itu melalui pembuangan cerobong asapnya,” tukasnya.

Sementara, pihak perusahaan saat ditemui awak media enggan memberikan tanggapannya, terkait keluhan masyarakat Desa Beberan yang terdampak polusi udara dari kegiatan pabrik yang memproduksi baja tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *