Melalui PIPPK Kelurahan Cibaduyut Wetan, Program TPSL Disulap Jadi RTH

0

Reportase : A.bdurrochim S. / Yani Sumiati – Editor In Chief : Hairuzamann

Kota Bandung, Harianexpose.com –

Kepala Kelurahan Cibaduyut Wetan, Kecamatan Bojong loa kidul, Kota Bandung, Maulana Kustiawa, S.Sos, MSi, mengatakan, pihaknya segera akan melakukan perubahan dan penataan lingkungan. “Mulai dari Tempat Pembuangan Sampah Liar (TPSL) akan disulap menjadi Taman Ruang Hijau (TRH),” katanya ketika dikonfirmasi Harianexpose.com, di lokasi tersebut, pada Kamis (25/8).

Kegiatan ini merupakan salah satu program Walikota Bandung PIPPK, sekaligus bekerja sama dengan lembaga Pemberdayaan asyarakat (LPM), TP-PKK, Karang Taruna, LKK Cibaduyut Wetan.dan juga melibatkan Tim GOBER, serta masyarakat Kelurahan Cibaduyut Wetan, termasuk para PNS dan pihak swasta.

Untuk memastikan dan lebih difokuskan kepada lingkungan masyarakat, terutama di perbatasan antara Kabupaten dan Kota Bandung, dimana sudut ini yang sebelumnya Tempat Pembuangan Sampah Liar ((TPSL)x semua elemen masyarakat termasuk para tamu dari luar provinsi, merasa tidak nyaman dan terganggu.

Maulana menjelaskan, dengan adanya program ini pihaknya sengaja mengajak kepada seluruh masyarakat Cibaduyut Wetan, untuk mencoba membersihkan lokasi tersebut, yang dipenuhi sampah rumput agar terlihat indah dan akan dijadikan taman edukasi khususnya Kampung Sepatu Cibaduyut Wetan

“Kemudian rencana ke depannya, lokasi ini akan dibangun tugu sepatu, yang menjadi kebanggaan masyarakat Cibaduyut. Karena sering keluar masuk para tamu luar provinsi maupun masyarakat Bandung. Kalau tempatnya kurang bagus tentunya masyarakat akan bertanya-tanya lantaran Kota Bandung di sebut Kota Kembang.

Maulana bertekad untuk turun tangan guna menata kembali, sedikit demi sedikit akan dirubah menjadi lingkungan yang bersih, indah dan nyaman. Sehingga bisa difungsikan untuk photo selfie bersama keluarga.saat hari libur maupun hari biasa. “Bahkan lokasi ini dijadikan titik sentral banjir. Mudah-mudahan ke depan tidak ada terjadi banjir lagi,” terangnya .

Kemudian menyinggung terkait patung sepatu di simpang empat, dekat terminal Leuwipanjang, Maulana mendesak kepada pihak pemborong ataw flay over, yakni PT. Wika untuk segera dibangun lagl patung sepatu tersebut. Karena hal itu merupakan salah satu kebanggaan bagi masyarakat Cibaduyut. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini akan segera dlbangun lagi oleh yang bersangkutan,” kilahnya.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Cibaduyut Wetan, sekaligus selaku Ketua Gotong-Royong Bersama (GOBER,) Kurniawan, Kepada awak media, menuturkan,
dengan adanya kegiatan ini merupakan salah satu program yang selaras dengan program inovasi pembangunan pemberdayaan kewilayahan (PIPPK) Pemerintah Kota Bandung,

“Dimana sebelumnya lokasi tersebut ada tumpukan sampah,yang tercecer dibahu jalan dengan aroma yang membuat orang menjadi demam dan influenza. Sehingga sangat mengganggu lingkungan dan para pengguna jalan,” bebernya.

“Alhamdulillah, dengan adanya gerakan kegiatan GOBER yang dilakukan oleh masyarakat Cibaduyut Wetan tersebut, ada perubahan dari yang kumuh akan di sulap menjadi RTH. Sehingga akan terlihat asri dan bersih serta bebas dari tumpukan sampah,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *