Pedagang Pasar Cimol di Cikande Meradang, Tolak Pembongkaran oleh Pemkab Serang

0

Reportase : Suprani – Editor In Chief : Hairuzaman.

SERANG, Harianexpose.com

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, berencana akan melakukan penertiban terhadap Pasar Cimol di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang pada Selasa (30/8)

Kendati demikian, rencana penertiban Pasar Cimol di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, itu mendapatkab penolakan kerad dari para pedagang.

Bahkan para pedagang Pasar Cimol, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, melakukan aksi unjuk rasa di depan pendopo Bupati Serang, pada Senin (29/8).

Pedagang sayuran Pasar Cimol  Cikande, Suparman, mengatakan, dirinya dan pedagang lainnya menolak rencana penertiban yang akan dilakukan Pemkab Serang. Bahkan, dirinya menjanjikan akan ada perlawanan jika Pemkab Serang tetap akan memaksa untuk melakukan penertiban.

“Saya menolak dan enggak ada yang mau dibongkar, ada perlawanan. Bertahan besok. Ini menyangkut masalah perut,” ujarnya.

Ia mengatakan, alasan penolakan tersebut lantaran keberadaan Pasar Cimol Cikande dinilai tidak mengganggu arus lalu lintas jalan raya.

“Kalau Ciherang di depan ada orang jualan baru boleh digusur, ini kan nggak ganggu jalan raya. Kalau dibongkar siapa yang mau kasih makan kita. Emang disini mau kasih makan, terserah kalau mau kasih makan mah,” tegasnya.

Suparman memaparkan, semua pedagang di Pasar Cimol Cikande tidak mau direlokasi. Pasalnya, mereka sudah sejak dulu berjualan disitu.

“Sudah dari dulu disitu dari bapaknya, disitu. Sudah berapa lama dari mulai sebelum ramai sampai sekarang sudah ramai, ini mah baru-baru (mau ditertibkan),” tandasnya.

Disinggung soal izin, Suparman, menjelaskan, sejak dulu Pasar Cimol Cikande tidak ada izinnya dari Pemkab Serang. Namun, izin ada dari kantor desa dan kecamatan sejak tahun 2015.

“Dari Kantor Desa dan Kecamatan tahun 2015 sudah di kasih izin. Kenapa sekarang mau direlokasi apa penyebabnya, ganggu jalan raya juga enggak,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, jumlah pedagang di Pasar Cimol saat ini tercatat ada sekitar 200 hingga 300 orang. Pasar tersebut letaknya di dalam dan dipastikan tidak mengganggu akses jalan.

“Enggak (ganggu), namanya jalan desa kecuali di jalan raya,” tandasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *