27% Angka Stunting Jadi Perhatian Serius Pemkab Lebak

0

Reportase : Suprani – Editor In Chief : Hairuzaman.

LEBAK, Harianexpose.com

Wakil Bupati Lebak menghadiri Pelatihan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam percepatan penurunan stunting bertempat di Balai Penyuluh KB Kecamatan Cilograng, pada Rabu (31/8).

Hadir Deputi Bidang Pelatihan Penelitian dan Pengembangan (Lalitbang) BKKBN Pusat, M. Rizal Damanik, Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Dr. Dadi Ahmad Roswandi, Ketua TP PKK Lebak, Ani Sumardi, Forkopimcam, para Kepala Desa dan Kader Tim Pendamping Keluarga.

Dalam kegiatan tersebut, M. Rizal Damanik menjelaskan, hal penting dalam pengentasan stunting harus dimulai dari hulunya dengan pemberian penjelasan dan pemahaman apa itu stunting, bagaiamana proses dan cara mencegah stunting khususnya kepada Calon Pengantin (Catin).

“Kami berharap melalui kegiatan pelatihan ini para TPK diberi pemahaman yang komprehensif tentang apa dan bagaimana itu stunting, sehingga dapat menyampaikan kembali kepada masyarakat,” ucap Rizal.

Rizal juga menambahkan, ketelitian dan kevalidan pengukuran terhadap anak dengan menggunakan alat ukur antropometri sebagai deteksi awal stunting  sangat penting dalam mempengaruhi angka stunting, untuk itu kedepan juga akan dilakukan pelatihan pengukuran yang baik menggunakan antropometri.

Masih kata Deputi, kita akan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan berkordinasi tentang kesediaan alat antropometri tersebut,”tandasnya.

Di tempat yang sama ,Wakil Bupati Lebak, Ade Sumardi, mengatakan, target nasional dalam penurunan angka stunting 14 % pada tahun 2024 dari angka 27% angka stunting di lebak berdasarkan data dari Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2021. Tentunya hal menjadi perhatian khusus pemerintah daerah bagaimana mencapai target yang ditentukan oleh pemerintah pusat.

Sambung Wabup Kabupaten Lebak, sekarang ini 27%, artinya apabila nasional menargetkan 14%, berarti kita ada 13% yang harus dikejar dalam 1 tahun lebih ini, tapi kami bertekad bukan hanya 13% yang angkanya diturunkan, tapi lebak harus mencapai 0% stunting. “Tentunya cita-cita ini harus melibatkan serta komitmen penuh seluruh stakeholder,” pungkas Wabup.

Lanjut Wabup, dalam acara ini juga, dilangsungkan penyerahan sertifikat akreditasi bidang pelatihan dan pengembakan BKKBN Provinsi Banten dari Kepala BKKBN RI yang diwakili Deputi Bidang Pelatihan Penelitian dan Pengembangan (Lalitbang) BKKBN Pusat M. Rizal dan peninjauan Dapur Sehat Atasi Stunting serta pemberian bantuan berupa bahan makanan bergizi  kepada keluarga beresiko stunting di Kecamatan Cilograng.

Sementara itu, Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Dr. Dadi Ahmad Roswandi, mengatakan, Pelatihan Tim Pendamping Keluarga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dalam pendampingan dan sasaran keluarga beresiko stunting melalui pendekatan siklus 1000 hari Pertama Kelahiran (HPK), dimulai dari calon pengantin (catin), ibu hamil dan pasca bersalinan dengan penggunaan aplikasi elsimil dan g form variabel terpilih sebagai langkah awal identifikasi bayi lahir stunting dan upaya pencegahannya.  “Oleh karena itu, para kader dan TPK diharapkan mampu mengisi data pada ketiga aplikasi sesuai dengan peruntukannya,” harapnya.

Dadi menambahkan, selain itu, kita juga punya Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) sebagai salah satu wahana edukasi gizi keluarga dan aksi konkrit percepatan penurunan stuntin

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *