Dihadiri Artis Ibukota, Ustadz Adi Hidayat Resmikan Ponpes MIRA di Desa Sukacai Baros

0

SERANG, Harianexpose.com

Ustadz kondang, Dr. H. Adi Hidayuat MA, meresmikan Pondok Pesantren (Ponpes) Mahad Islam Rafiah Akhyar (MIRA) di atas lahan selyas 1,5 hektare yang berlokasi di Kp. Cipancur, Desa Sukacai, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten, pada Minggu (11/9).

Menurut Drs. KH. Moh. Suhri Utsman, Ponpes MIRA diresmikan bertepatan dengan ulang tahun Ustadz H. Adi Hidayat yang ke-38, tepatnya pada 11 September 1984. Nama Ponpes MIRA menggunakan nama ibundanya yakni, Hj. Rafi’ah binti Akhyar.

Sedangkan Alm. H. Akhyar merupakan kelahiran Caringin, Labuan, Kabupaten Pandeglang. Sementara itu, istrinya Hj. Rawati binti Kariman, adalah lelahiran Kp. Rengat, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang.

Ponpes MIRA, sebagaimana dijelasksn Adi Hidayat, adalah pesantren berkelanjutan dengan nilai keislaman ysng khusus didirikan untuk mencetak Kader Ulama. Pendidikanya setara dengan tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Aliyah, sebagai kontinuitas dari tingkat Roudhotul Athfal dan Madrasah Ibtidaiyah.

Lanjut KH. Suhri Utsman, Ponpes MIRA  ini akan mendidik kader Ulama dari seluruh Nusantara, dan hanya akan menerima 40 orang santri. Semua santri, selama di pondok, semuanya gratis. Semua kebutuhan akan di sediakan oleh Ponpes, dengan fasilitas standar internasional.

Menurut Adi Hidayat, Ponpes MIRA adalah milik kita semua, milik rakyat Indonesia. Namun dimulai dari Banten dulu. ‘Bahkan, saya menawarkan, termasuk kepada pihak Pemda/ Provinsi/Kabuoaten/Kota yang bersedia untuk menyiapkan tanah. Saya siap mencarikan dana untuk membangunnya,” bebernya.

Dalam kesempatan itu pula, Ustadz Adi Hidayat menyerahkan bantuan ibadah Umrah untuk 25 orang kepada keluarga besar Kodam III/Siliwangi. Dalam kesempatan itu tampak hadir beberapa muridnya dari kalangan artis antara lain, Dude Herlino, Dimas Seto, Aa Jimi, Dini Aminarti dan masih banyak lagi artis lainnya.

Ustadz Adi Hidayat memohon kepada kita semua agar yang dikerjakan mendapatkan do’a dan dukungan. Sehingga pada tahun 2030, sudah mampu menghasilkan santri yang berdaya guna dan berhasil guna.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *