Mengenang Tragedi Bencana Banjir Bendungan Sindangheula

0

Oleh : HAIRUZAMAN.

(Penulis Buku, Praktisi Pers dan Wakil Pemimpin Redaksi Tabloid VISUAL Jakarta)

Musim penghujan tahun ini menyebabkan bencana banjir di beberapa titik di wilayah Kota Serang, Banten. Intensitas curah hujan yang tinggi berdampak pada meluapnya air sungai. Tak pelak lagi, sehingga menggenangi beberapa wilayah Kota Serang, sebagai pusat ibu kota Provinsi Banten.

Masyarakat Kota Serang saat ini masih traumatik terhadap peristiwa bencana banjir bandang yang pernah melanda tahun 2021 lalu. Banjir bandang yang memporak-porandakan sejumlah pemukiman penduduk di Kota Serang, termasuk merenggut beberapa korban jiwa akibat meluapnya debit air Bendungan Sindangheula.

Sepanjang sejarah di wilayah Kota Serang, bencana banjir bandang yang terjadi tahun 2021 itu merupakan kasus terbesar di kota jawara tersebut. Sebab, selain bencana banjir bandang itu merenggut korban jiwa, juga beberapa rumah penduduk hanyut akibat terseret banjir akibat meluapnya debit air yang ada di bendungan Sindangheula

Bencana banjir yang datang secara tiba-tiba itu membuat panik warga Kota Serang. Tak ayal, kerugian yang diderita warga Kota Serang akibat banjir bandang itu hingga mencapai miliaran rupiah. Namun, bencana banjir yang melanda pemukiman warga itu hingga kini menyisakan traumatik yang mendalam. Pasalnya, bencana banjir itu menimbulkan kekhawatiran hal itu bakal terjadi kembali.

Pembangunan Bendungan Sindangheula yang diharapkan dapat membantu masyarakat, terutama para petani guna mengairi sawahnya untuk meningkatkan kesejahteraan, ternyata berdampak buruk dengan meluapnya debit air ke pemukiman warga di Kota Serang. Celakanya, pemerintah Kota Serang maupun Provinsi Banten, saat itu tidak mengantisipasi bencana banjir tersebut dengan memberikan informasi dan sosialisasi terhadap masyarakat, termasuk mencari solusi agar terhindar dari bencana banjir tersebut

Sejatibya, peristiwa kelam bencana banjir bandang yang nyaris menenggelamkan pemukiman penduduk di Kota Serang itu tidak terulang kembali. Karena itu, diharapkan Pemerintah Kota Serang maupun Provinsi Banten, harus mengantisipasi jauh-jauh sebelumnya. Apalagi saat ini sudah mulai memasuki musim penghujan. Selain itu, masyarakat juga agar tetap menjaga lingkungan yang bersih dan tidak membuang sampah sembarangan yang berpotensi menimbulkan banjir. Sehingga tragedi bencana banjir Sindangheula Jilid 2 tidak akan terjadi. *

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *