Tujuh Keistimewaan dan Do’a di Awal Bulan Syaban

0
Oleh : HAIRUZAMAN 

(Komisioner MUI Provinsi Banten).

Terdapat tujuh keistimewaan yang hanya ada di Bulan Syaban. Sebelum memasuki bulan Ramadhan, ada satu bulan yang juga memiliki banyak keistimewaan yaitu, bulan Syaban. Allah SWT menjadikan bulan Syaban sebagai bulan yang istimewa karena terdapat banyak ibadah, keutamaan dan peristiwa besar yang hanya terjadi di bulan itu.

Tidak ada yang memanfaatkan bulan Syaban dengan amal-amal kebaikan kecuali orang selain orang yang bersungguh-sungguh mencari keridhoan Allah subhanahu wa ta ‘ala. Karena di bulan ini banyak orang yang tidak bersungguh-sungguh beribadah karena terletak di antara dua bulan yang mulia yaitux Rajab dan Ramadhan.

Padahal, di bulan inilah terdapat sebuah keutamaan yang bahkan Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersungguh-sungguh mengerjakannya.

Adapun tujuh keistimewaan yang ada pada Bulan Syaban itu antara lain :

1. Bulan Diangkatnya Amal.

Syaban adalah bulan diangkatnya amal kebaikan seluruh manusia selama satu tahun ke hadapan Allah subhanahu wa ta ‘ala. Di fase akhir inilah seharusnya setiap orang bersungguh-sungguh meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadahnya.

Rasulullah shalallahu ‘alahi wa salam bersabda: “sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya” (H.R Bukhari)

Az-Zarqani dalam Syarh Al-Muwatha mengatakan bahwa amalan akhir manusia itulah yang menjadi penentu dan atas amalan itulah akan dibalas. Siapa yang beramal buruk lalu beramal baik, maka ia dinilai sebagai orang yang bertaubat.

2. Bulan Berlimpahnya Pahala di Kala Orang-Orang Lalai.

Banyak orang yang melalaikan bulan Syaban karena letaknya yang terjepit di antara dua bulan yang memiliki keutamaan besar, yaitu bulan Rajab dan bulan Ramadhan. Padahal beribadah di waktu banyak orang yang sedang lalai memiliki keutamaan yang besar. Sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah dalam sebuah hadits :

“Beribadah di waktu haraj (banyak manusia lalai) pahalanya seperi berhijrah kepadaku” (H.R Muslim).

Besarnya keutamaan beribadah di waktu lalai karena beratnya perjuangan di masa tersebut. Menjalankan ibadah di tengah lingkungan yang turut menjalankan ibadah akan terasa mudah, tapi bagaimana dengan ibadah di waktu banyak orang sedang lalai?

Di waktu banyak orang yang lalai disitulah ujian yang sesungguhnya. Di saat tidak banyak orang yang lihat, di situlah keimanan kita akan diuji. Maka dari itu beribadah di masa banyak orang sedang lalai adalah sebuah keutamaan yang besar.

3. Bulan Persiapan Menghadapi Ramadhan.

Apa yang harus kita lakukan agar Ramadhan menjadi rahmat bagi kita? Tentu dengan bersungguh-sungguh beribadah di bulan tersebut. Dalam Al Quran, Allah menyatakan bahwa ibadah adalah sebuah perlombaan.

“Maka belomba-lombalah dalam mengerjakan kebajikan atau ibadah” (Q.S Al-Baqarah: 148)

Tidak mungkin seseorang menang dalam sebuah perlombaan jika ia tidak mempersiapkan diri. Dengan membiasakan diri beribadah di bulan Syaban, maka di bulan Ramadhan ia akan terbiasa untuk beribadah dengan giat.

4. Pindahnya Kiblat.

Kiblat adalah arah yang dituju kaum muslimin untuk melaksanakan shalat. Sebelum Ka’bah menjadi kiblat seperti saat ini, dahulu Masidil Aqsa adalah kiblat pertama kali bagi kaum muslimin. Perpindahan tersebut terjadi di pertengahan Syaban tahun kedua hijriyah.

Berpindahnya arah kiblat ini adalah peristiwa besar yang sangat ditunggu-tunggu oleh Rasulullah shallahu ‘alaihi wa salam. Dahulu umat yahudi sering mengolok-olok umat muslim karena beribadah menghadap arah yang sama dengan mereka. Ketika kiblat berpindah dari Masjidil Aqsa ke Ka’bah, Rasulullah bergembira karena dapat menyelisihi umat yahudi.

5. Turunnya Ayat Shalawat.

Allah SWT menjadikan Syaban sebagai bulan yang mulia di antaranya dengan menurunkan ayat perintah untuk bershalawat pada bulan ini. Perintah tersebut tercantum dalam ayat berikut:

“Sungguh Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, Shalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepada-Nya.” (Q.S Al Ahzab; 56)

Para ulama seperti Syaikh Abdul Qadir Jailani menganjurkan umat islam untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi di bulan Syaban. Shalawat adalah bentuk penghormatan kita kepada Nabi yang telah berjasa menyebarkan dan mengajarkan agama islam.

Di antara keutamaan bagi orang yang sering bershalawat adalah dikumpulkan bersama Nabi di yaummul akhir. Seperti dalam hadits berikut:

“Manusia yang paling berhak bersamaku pada hari kiamat ialah yang paling banyak bershalawat kepadaku.” (H.R Tirdmidzi)

6. Bulannya Pembaca Al-Qur’an.

Bulan Syaban memiliki sebutan sebagai bulannya para pembaca Al-Qur’an. Di antara maknanya adalah bulan di mana pembaca-pembaca Al-Qur’an melakukan pemanasan untuk bulan Ramadhan.

Anas radhiallahu anhu berkata: “Kaum Muslim ketika telah memasuki bulan Sya’ban, mereka mengambil mushaf-mushafnya kemudian membacanya. Mereka juga mengeluarkan zakat hartanya agar dapat membantu menguatkan orang fakir dan miskin untuk turut serta menunaikan puasa di bulan Ramadan.”

Bulan Syaban adalah bulan di mana Rasulullah paling sering berpuasa di dalamnya selain di bulan Ramadhan.

Dari Aisyah radhiallahu anha “Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa salam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Syaban.” (H.R Bukhari)

Di antara hikmah memperbanyak puasa di bulan Syaban adalah sebagai latihan agar terbiasa saat menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan, bulan di mana umat muslim berpuasa selama satu bulan penuh.

7. Bulan Memperbanyak Puasa.

Bulan Syaban adalah bulan di mana Rasulullah paling sering berpuasa di dalamnya selain di bulan Ramadhan.

Dari Aisyah radhiallahu anha “Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa salam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Syaban.” (H.R Bukhari)

Di antara hikmah memperbanyak puasa di bulan Syaban adalah sebagai latihan agar terbiasa saat menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan, bulan di mana umat muslim berpuasa selama satu bulan penuh.

Do’a Malam Pertama Bulan Sya’ban

اللَّهُمَّ اخْتُمْ لَنَا *شَهْرَ رَجَبٍ بِعَفْوِكَ وَ غُفْرَانِكَ وَبَارِكْ لَنَا فِي* *شَعْبَانَ وَبَلَغَنَا رَمَضَانَ لَا فَاقِدِينَ وَلَا مَفْقُودِينَ.* *رَبِّي إِنَّهَا أول ليلةٍ من شهر شعبان*

*اللَّهُمَّ اجعلها ليلة *مباركة عل أمتك ونصر* *للمسلمين وَأَدْخِلَ السَّعَادَةَ فِي كُلِّ الْبُيُوتِ تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا* *وَاعْتِقْ رِقَابَنَا وَوَالِدَينَا مِنَ النَّارِ.*

*يَا أَجَلُّ مِنْ كُلِّ جَلِيلٍ ، يَا أَكْرَمُ مِنْ كُلِّ كَرِيمٍ ، وَيَا أَعَزُّ مِنْ كُلِّ عَزِيزٍ أَغِثْنِي يَا غِيَاثَ الْمُسْتَغِيثِينَ بِفَضْلِكَ وُجُودُكَ وَكَرَمِكَ وَمَدِّ عُمْرِنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ عِمْرَا بِالْعَافِيَةِ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَمِ. اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَعْبَانَ وَبَلَغْنَا رَمَضَانَ وَنَحْنُ وَمَنْ نُحِبُّ فِي صِحَّةِ وَعَافِيهِ وَارْضُ عَنَّا وَاعْفُو عَنَّا وَادْخُلْنَا الْجَنَّةَ نَحْنُ وَمَنْ نُحِبَّ. اللَّهُمَّ يَسْرِ امُورَنَا وَغَيِّرُ حَالَنَا لْأَحْسَنَ حَالٌ وَأَسْتَجِبْ دُعَائُنَا وَاعْطِيْنَا مِنْ خَيْرِ عَطَايَاكَ. اللَّهُمَّ مَعَ رَحِيلِ شَهْرِ رَجَبٍ اجْعَلْ كُلَّ مَا يُقْلِقُنَا وَيُؤْذِينَا وَيُحْزِنُنَا انْ يَرْحَلْ عَنَّا ، اللَّهُمَّ هَلْ عَلَيْنَا شَعْبَانُ بِكُلِّ بَرَكَةٍ وَخَيْرٍ وَعَافِيَةٍ وَصِحَّةٍ وَامِنٍ وَامَانٍ وَبَلَغْنَا رَمَضَانَ وَاجْعَلْهُ خَيْرًا لَنَا وَاهِلِنَا فِى كُلِّ الَامُورِ ، اللَّهُمَّ ارْحَمْ مَوْتَانَا وَكُلَّ امْوَاتِ الْمُسْلِمِينَ. اللَّهُمَّ اجْعَلْ اول َليلة ُ مِنْ شَهْرِ شعبانٍ مَغْفِرِهُ لِذُنُوبِنَا وَتَطْهِيرٍ لِمَعَاصِينَا وَدَخَلْنَا شَهْرَ شَعْبَانَ وَنَحْنَا خَالِيَينَ مِنَ الذُّنُوبِ يَارِبِ الْعَالَمِينَ.*

*Terjemahan do’a awal Malam Sya’ban*

Ya Allah, tutuplah untuk kami bulan Rejab ini dengan kema’afan dan ampunan Mu…

Dan berkatilah kami dalam bulan Sya’ban ini…

Dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan, bukan sebagai orang yang terluput(dari rahmatMu) dan bukan juga orang yang diluputkan (pahalanya).

Ya Allah, Sesungguhnya ini adalah malam pertama bulan Sya’ban,

Ya Allah, jadikan lah ia sebagai malam yang yang penuh barakah untuk hamba Mu dan pertolongan bagi kaum Muslimin…

Dan masukkanlah kebahagiaan dalam setiap rumah (mereka).

Ya Allah terimalah amalan kami…

Ya Allah, merdekakan lah kami dan orang tua kami dari neraka.

Wahai Dzat yang Maha Agung diantara yang ter Agung,

Wahai yang Maha Mulia di kalangan yang mulia..

Ya Allah, Tolonglah hambaMu ini…

Wahai Dzat yang Maha Memberi pertolongan kpd hamba-hambanya, demi kurniaan, kedermawanan dan kemuliaanMu..

Panjangkanlah umur kami dan anugerahkan lah kami umur yang panjang dengan kesehatan..

Wahai Dzat pemilik keagungan dan kemuliaan.

Ya Allah, berkatilah kami pada Sya’ban ini dan sampaikanlah kami hingga Ramadhan dalam keadaan kami dan orang yang kami cintai berada dalam keadaan sehat sejahtera…

Dan ridhoilah kami, maafkanlah kami serta masukkanlah kami ke dalam syurga bersama orang2 yang kami cintai.

Ya Allah, mudahkan lah urusan kami, dan ubahlah keadaan kami kepada yang lebih baik, dan terimalah doa kami dan berikanlah kami sebaik-baik pemberian Mu.

Ya Allah, bersamaan dengan berlalunya bulan Rajab, jadikanlah setiap sesuatu yang membimbangkan kami, yang menyakiti kami, dan yang menyebabkan kami bersedih itu hilang dari kami,

Ya Allah, jadikanlah kemunculan Sya’ban ini dengan membawa setiap keberkatan, kebaikan, kesejahteraan, kesihatan, dan keamanan kepada kami.

Ya Allah, rahmatilah orang yang telah wafat di kalangan kami, dan seluruh ummat Islam.

Ya Allah jadikanlah malam pertama bulan Sya’ban ini sebagai pengampunan dosa-dosa kami dan penyucian kemaksiatan kami…

Masukkanlah kami dalam bulan Sya’ban ini dalam keadaan kosong daripada sebarang dosa.

Wahai Tuhan sekalian alam.

*Terimalah doa kami Ya Allah*

آمين آمين آمين يارب العالمين

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *