10 Elemen KEJ Dalam Jurnalisme

0

Oleh : HAIRUZAMAN

(Editor In Chief Harianexpose.com dan Deputy Chief Editor Tabloid VISUAL Jakarta)

Judul : Etika Jurnalisme Prinsip-prinsip Dasar
Penulis : Zulkarimein Nasution
ISBN : 9789797698706
Halamanb: 198
Ukuran: 13,5 x 20,5 cm
Tahun Terbit : 2015

Kode Etik Jurnalistik (KEJ) adalah etika profesi wartawan. Ciri utama wartawan profesional yaitu menaati kode etik seperti halnya dokter, pengacara dan kaum profesional lain yang memiliki dan menaati kode etik.

Adapun Kode Etik Jurnalistik (KEJ) itu meliputi, independen, akurat, berimbang dan tidak beritikad buruk. Profesional (tunjukkan identitas, hormati hak privasi, tidak menyuap, berita faktual dan jelas sumbernya, tidak plagiat, penggunaan cara-cara dapat dipertimbangkan untuk peliputan berita investigasi bagi kepentingan publik).

Berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi serta menerapkan asas praduga tak bersalah.

Tidak membuat berita ftnah, bohong, sadis dan cabul. Tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap. Memiliki Hak Tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya. Menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang dan “off the record”. Tidak menulis atau menyajikan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi SARA. Hormati kehidupan pribadi kecuali untuk kepentigan publik. Segera mencabut, meralat dan memperbaiki berita yang keliru/tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar dan atau pemirsa. Layani Hak Jawab dan Hak Koreksi secara proporsional.

Kode Etik Jurnalistik (KEJ) secara universal tercantum dalam 10 elemen Jurnalisme yang dikemukakan oleh Bil Kovach dan Tom Rosenstiel (2001) dalam “The Elements of Journalism, Wbat Newspeople Should Know and The Public Should Expect (New York, Crown Publisher 2001) sebagai berikut :
1. Kewajiban pertama adalah pada kebenaran.
2. Kesetiaan (loyalitas) jurnalisme adalah kepada warga (Citizens).
3. Disipilin verifikasi
4. Jurnalis harus tetap independen.
5. Jurnalis bertindak sebagai pemantau.
6. Jurnalisme harus menyediakan forum bagi kritik, komentar dan tanggapan dari publik.
7. Membuat hal yang penting itu menjadi menarik dan relevan .
8. Berita yang disajikan komprehensif dan proporsonal.
9. Mengikuti hati nurani –etika, tanggungjawab moral dan standar nilai.

10. Warga juga memiliki hak dan tanggungjawab dalam hal yang berkaitan dengan berita.

Seperti bidang profesi lainnya, profesi di bidang jurnalisme juga membutuhkan etika. Etika dibutuhkan dalam jurnalisme agar berita yang disampaikan ke publik dapat dipertanggungjawabkan dan tidak melanggar ketentuan etik jurnalisme. Oleh karena itu, dalam melakukan aktivititas jurnalistik nilai-nilai atau prinsip-prinsip seperti akurasi, objektivitas, keseimbangan, independensi, akuntabilitas kepada publik dan sebagainya menjadi sangat penting untuk diperhatikan.

Buku ini memaparkan perihal etika jurnalisme. Di bagian awal buku ini, pembaca akan disajikan pemaparan mengenai pengertian dan makna etika dan pentingnya peran etika dalam bidang jurnalisme. Setelah itu, berlanjut kepada pemaparan mengenai hubungan etis jurnalisme dengan publik, keprofesian dan etika jurnalisme, dan prinsip-prinsip utama etika jurnalisme. Di bagian akhir buku ini, pembaca akan disuguhkan pula pemaparan ihwal pelanggaran etika profesi jurnalisme (baik untuk kasus di Indonesia maupun di luar negeri) serta pemaparan mengenai tantangan yang dihadapai oleh etika jurnalisme.

Buku ini dapat menjadi panduan dan bisa dibaca oleh para mahasiswa khususnya yang sedang menempuh pendidikan di bidang ilmu komunikasi atau juga ilmu jurnalistik. Selain itu, dapat dibaca pula oleh para jurnalis, pemerhati bidang jurnalisme maupun pemilik media. **

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *