Komedi dan Tragedi Jurnalistik

0

Oleh : HAIRUZAMAN

(Penulis Buku dan Praktisi Pers, Tinggal di Serang Barat, Banten).

Judul : Humor Jurnalistik
Karya : Mahbub Djunaidi.
Editor : Ilham Wahyudi
Edisi Cetakan Pertama : Oktober 2018
Penerbit Yogyakarta : IRCiSoD, 2018
Deskripsi Fisik 432 halaman ; 24 cm
ISBN : 978-602-7696-65-5

Siapa yang tak kenal Mahbub Djunaidi. Tulisan kolomnya di HU Kompas dan media massa lainnya nyaris selalu menghiasi dan mengunjungi para pembaca surat kabar. Mahbub Djinaidi tergolong seorang penulis handal dalam rubrik “Asal+Usul” yang terbilang sangat produktif. Mahbub Djunaidi bisa pula disejajarkan dengan wartawan senior Rosihan Anwar–yang juga terbilang– penulis rubrik kolom yang begitu produktif.

Gaya tulisannya yang khas dan pengalamannya di dunia menulis tersirat dalam tulisan-tulisannya di rubrik kolom. Analisis tulisannya yang mendalam dan tajam merupakan kelebihan yang dimiliki seorang sosok Mahbub Djunaidi. Kajian yang ditulisnya secara mendalam itu bisa menambah khazanah dan lautan pengetahuan bagi para pembacanya.

Sebagian bezar orang menganggap lawak dan humor adalah suatu tragedi belaka. Raja komedi dunia seperti Anton Chekov, George Bernard Shaw, Moliere, ataupun Aristophanes yang karyanya merupakan tragedi belaka. Khazanah dalam negeripun kita mengenal kisah-kisah yang ditulis oleh Panchatantra, atau komik tentang Put On, atau berbagai karikatur yang dibuat oleh GM Sudarta atau Johni Hidayat.

Berangkat pada pemikiran bahwa sesungguhnya komedi merupakan tragedi, maka tidaklah terlalu salah jika menyimpulkan bahwa tulisan-tulisan Mahbub ini pada hakikatnya juga merupakan kumpulan tragedi belaka. Gagasan dan masalah yang disajikan bukan suatu masalah yang ringan atau sepele. Akan tetapi kita tidak perlu mengernyitkan dahi, bermenung berjam-jam, tatkala selesai membacanya.

Ibarat suatu pertunjukan, suasana segar dalam buku ini senantiasa terjaga dari satu adegan ke adegan berikutnya. Gaya khas Mahbub Djunaidi yang tajam sekaligus kocak menyemburatkan warna tersendiri dalam dunia jurnalistik Indonesia.

Dalam buku Humor Jurnalistik ini, Mahbub meramu aneka masalah yang pahit dan serba muram-buram menjadi semacam bahan olok-olok. Mahbub memang kaya akan gagasan, dan itu telah berhasil diapungkannya ke atas melalui canda dan humor.

Membaca buku ini, bibir kita pasti akan terus-menerus menyunggingkan senyum. Sementara itu, mata kita tak akan rela beranjak melepaskan halaman demi halaman. Pendek kata, buku yang semula merupakan rangkuman tulisan Mahbub di pelbagai media massa terkemuka di Indonesia ini menjanjikan suatu pesona yang akan memperkaya cakrawala bathin kita. Tabik!

Itulah sosok seorang Mahbub Djunaidi, yang dengan gaya tulisannya mampu mengubah tragedi menjadi komedi. **

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *