Jurnalisme Investigasi, Sebuah Tugas Suci

0

Oleh : Dewi Sekar Uni

Masih banyak wartawan yang sulit membedakan antara liputan investigasi dengan liputan mendalam atau indepth. Banyak juga wartawan yang masih menyamakan antara liputan investigasi dengan penelitian, padahal keduanya sangatlah berbeda.

Liputan mendalam atau indepth berasal dari pertanyaan spesifik atau angle tapi tidak memiliki hipotesa khusus yang harus dibuktikan kebenarannya. Sedangkan untuk liputan investigasi memiliki hipotesa khusus yang harus dibuktikan kebenarannya.

Dalam liputan mendalam, wartawan melaporkan apa yang ditemukan apa adanya ketika waktu tenggang tiba.

Dalam hal penelitian, meskipun sama-sama memiliki angle dan hipotesa tapi karakter masalahnya berbeda. Dalam penelitian, peneliti mengajukan pertanyaan dan membuat hipotesa untuk mengembangkan ilmu yang sifatnya ilmiah. Sedangkan dalam liputan investigasi, angle dan hipotesa dibuat untuk memandu wartawan membongkar pelanggaran atau kejahatan yang berdampak buruk bagi publik.

Dengan karakter angle dan hipotesa yang demikian, melakukan investigasi bagi wartawan lebih mirip dengan apa yang dilakukan oleh detektif atau aparat keamanan. Keduanya sama-sama membongkar kejahatan atau pelanggaran. Bedanya yang satu untuk penegakan hukum, sedangkan yang lainnya untuk disampaikan kepada publik.

Jadi dalam investigasi, kepentingan publik menjadi yang utama. Wartawan investigasi dilindungi oleh undang-undang dan kode etik, hanya liputan yang mengandung kepentingan publik. Jika wartawan investigasi tidak mematuhi undang-undang dan kode etik yang berlaku, maka bisa dianggap tengah melakukan proyek pribadi dan mesti harus taat pada hukum yang berlaku secara umum.

Contohnya pada tahun 2008, tim Tempo dibawah pimpinan Meta Dharma Saputra membuat sebuah investigasi mengenai dugaan penyelewengan pajak oleh kelompok usaha Asian Agri. Sebagian besar bahan untuk liputan itu diperoleh dari seorang narasumber. Ketika itu anonym dengan nama Vincent yang merupakan mantan karyawan Asian Agri tapi tengah berpekara dengan perusahaan itu terkait masalah etik.

Dalam keadaan seperti demikian apakah pihak Tempo tetap mengangkatnya sebagai kasus atau tidak?

Sebab,bjika mengangkatnya bisa dianggap memperjuangkan kepentingan pribadi. Akhirnya pihak Tempo memutuskan untuk mengangkat kasus itu tentu saja tanpa menyembunyikan fakta bahwa sumber utamanya adalah Vincent yang memiliki sengketa pribadi dengan Asian Agri. Alasanya sudah jelas bahwa perusahaan yang bergerak dalam usaha perhutanan itu telah mengemplang pajak hingga triliunan rupiah. Jelas kasus tersebut terdapat kepentingan publik yang besar.

Dilema yang tidak kalah pelik juga dihadapi oleh para wartawan The Boston Globe ketika membuat investigasi tentang pelecehan seksual terhadap anak-anak oleh John J.Geoghan pastur katolik di wilayah itu. Kisah ini diangkat ke layar lebar dalam sebuah film yang berjudul “Spotlight”. Boston merupakan sebuah wilayah di Amerika Serikat yang penduduknya sebagian besar beragama katolik.

Karena itu, menulis berita buruk tentang imam gereja katolik bukan saja tidak populer tapi juga menimbulkan dilema personal yang besar bagi para investigator koran The Boston Globe. Tapi mereka tetap melakukannya.

Keteguhan dalam membela kepentingan umum menguatkan mereka untuk menerbitkan laporan itu yang bukan saja hanya diingat tapi juga menjadi salah satu tonggak penting untuk mengungkapkan kasus yang serupa di berbagai belahan dunia dan pembenahan yang lebih baik bagi pelaku kejahatan.

Disini tidak dapat berbicara tentang personalitas wartawan investigasi. Kursus, petunjuk, praktik, dukungan, dan dana tidak akan membuat investigasi berhasil jika tanpa di dukung oleh kompetensi dan komitmen wartawan.

Itulah sebabnya di berbagai media, wartawan investigasi biasanya dipilih dari mereka yang sudah cukup berpengalaman yang memiliki kecakapan investigatif dan etos yang baik. Artinya selain cakap secara teknis, wartawan investigasi juga harus memiliki rasa ingin tahu yang tinggi seperti skeptis, kritis, fokus, dan memiliki daya tahan untuk mengejar angle yang sama dalam waktu yang panjang.

Perlu diketahui bahwa investigasi selalu mengusik banyak pihak, oleh karena itu wartawan pasti akan mengalami kesulitan dalam mengumpulkan bahan bahkan bukan tidak mungkin mendapat ancaman fisik hingga gugatan hukum.

Nah, agar tahan menghadapi semua itu seorang wartawan investigasi perlu memiliki sikap mental yang baik dan harus percaya bahwa apa yang dilakukan itu penting bagi publik dan harus selalu berprinsip bahwa kepentingan publik harus selalu dibela dan didahulukan daripada kepentingan pribadi atau kelompok.

Pertanyaannya sekarang, apakah Anda termasuk orang itu? Dan apakah Anda sudah bertekad menjadi orang yang seperti itu?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *