Kredit Macet Bank Banten Capai Angka 10 Persen

0

Reportase : Nanang Sumantri.              Editor In Chief : Hairuzaman.              Deputy Chief Editor : Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal Tambunan, SH, MH, LLM, P.hD.

SERANG – Harianexpose.com |

Ratio non performing loan (NPL) gross atau kredit macet Bank Banten untuk posisi September 2023 nyaris di angka 10 persen. Berdasarkan data Bank Banten, NPL Gross bank plat merah ini membaik menjadi 9,37 persen.

Namun, Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk atau Bank Banten Muhammad Busthami mengatakan, ratio NPL Nett Bank Banten per September 2023 hanya 1,45 persen. “Jauh lebih kecil dari ketentuan regulator,” ujar Busthami.

Kendati begitu, ia mengaku terus melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas kredit, di dalamnya peningkatan nilai recovery dari kredit bermasalah. Untuk penyelesaian kredit macet pihaknya juga melibatkan dan memohon bantuan kepada Kejati Banten.

Setiap bank memiliki rasio NPL yang berbeda. Idealnya, rasio NPL berkisar di bawah 5 persen. Apabila di atas 5 persen, maka dapat dikatakan kalau jumlah kredit macet lebih banyak dari kredit yang lancar.

“Portofolio macet di Bank Banten itu ada yang dari eks Bank Pundi,” ungkapnya.

Diketahui, sebelum menjadi Bank Banten, bank tersebut bernama Bank Eksekutif (1992-2010) dan Bank Pundi (2010-2016). Bank Pundi telah berubah nama menjadi Bank Banten pada tanggal 14 Juni 2016. Perubahan nama tersebut telah disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Setelah diakuisisi Pemprov Banten lewat PT Banten Global Development, kinerjanya tidak mengalami perubahan berarti dan masih terus merugi. Malahan, kredit macet eks-Bank Pundi masih mewarnai Bank Banten.

Kata dia, pada waktu Pemprov Banten mendirikan Bank Banten dari Bank Pundi, maka termasuk dengan aset-asetnya. “Kita lakukan pendekatan, program, bekerja sama dengan perusahaan pengelola aset, tapi mereka pun gak bisa langsung. Insyaallah bisa kita tangani,” terangnya.

Ia mengungkapkan, kredit macet Bank Banten itu bermacam-macam. “Dulu itu kredit Bank Pundi, pernah juga beberapa waktu lalu kita berikan kredit komersial tapi macet, sempat difreeze oleh OJK tapi baru beberapa waktu ini dibuka kembali,” ujarnya.

Busthami mengaku pihaknya terus melakukan upaya ke arah perbaikan dan mengatasi permasalahan kredit macet. “Kalau tidak, menjadi masalah di kemudian hari,” ujarnya.

Ia mengaku pihaknya melakukan empat strategi utama, yakni penguatan modal, perbaikan tata kelola, peningkatan bisnis, serta pengembangan sumber daya manusia dan teknologi informasi. Dalam konteks bisnis, banyak hal yang baru dilakuka. Bank Banten, antara lain pemberian bisnis baru, mempertahankan bisnis atau kredit yang sudah ada.

“Termasuk di dalamnya adalah memperbaiki atau mengelola kredit macet dalam konteks penyelesaiannya maupun peningkatan recovery-nya,” terang Busthami.

Ia mengaku pihaknya semangat dan mempunyai optimisme bahwa tahun ini Bank Banten bisa mendapat positif laba akumulatif. OJK juga memiliki maksud baik agar jangan sampai Bank Banten asal saat mengembangkan bisnis. Makanya, salah satu strategi Bank Banten adalah perbaikan tata kelola.

“Tidak keliatan wujudnya, bentuk fisiknya tapi hasilnya, misal proses bisnis, limit kewenangan, monitoring, dan banyak hal. Jadi saya pikir, manajemen yang baru ini, belum satu tahun, tapi semuanya kita lihat membaik,” tutur pria yang baru diangkat sebagai Dirut Bank Banten pada awal tahun 2023 ini.

Ia juga mengaku pihaknya memiliki unit kerja khusus yang melakukan pengelolaan kredit macet, perbaikan tata kelola, dan review secara berkala apa yang sudah mereka lakukan dan perkembangannya seperti apa. Untuk itu, ia berharap para nasabah Bank Banten tak khawatir.

“Sudah banyak juga yang dilakukan Pemprov sebagai PSPT (pemegang saham pengendali terakhir-red) agar pemerintah kabupaten/kota mau menaruh RKUD-nya di Bank Banten. Saya yakin bisa segera terwujud, karena memang agak unik, satu-satunya BPD yang mengelola provinsi, kita saja, Insya Allah bisa,” tegasnya. Apalagi, kalau kondisi Bank Banten semakin sehat.

“Mohon bantuan dan support-nya dari seluruh masyarakat Banten agar Bank Banten segera recovery,” tutur Busthami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *