Komisi III DPR RI Apresiasi Kinerja Kejati Banten Dalam Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di Banten

0

Reportase : Sukri.                                    Editor In Chief : Hairuzaman.

PANDEGLANG – Harian Expose.com |

Kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan breakwater  (pemecah ombak-red), di Pelabuhan Cituis, Kabupaten Tangerang, yang kini tengah dalam pemeriksaan Kejaksaan Tinggi Banten, dan telah masuk tahap penyidikan mendapatkan apresiasi dari anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), H.A Dimyati Natakusumah.

Menurut Dimyati, apa yang telah dilakukan Kejati Banten sudah dapat dipastikan berjalan sesuai prosedur dengan tingkat profesionalitas kerja yang tinggi.

“Saya apresiasi Kejati Banten dalam menegakkan hukum memberantas tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten. Saya yakin tindakan yang dilakukan Kejati tidak akan pandang bulu dan tebang pilih,” tandas Dimyati

Dimyati menegaskan, untuk para pejabat pemerintah agar bekerja sesuai dengan aturan. Jangan sekali-kali bekerja yang melanggar aturan dan melawan hukum.

“Pejabat pemerintah harus hati-hati dalam bekerja. Jangan macam-macam, Apalagi sampai melanggar hukum, seperti melakukan mark up, cashback, gratifikasi maupun Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Penegak hukum seperti Kejati itu sudah teruji dan profesional. Jadi jangan macam-macam karena di era sekarang seperti dalam aquarium. Tapi sebaliknya jika pejabat bekerja sudah benar, jangan takut untuk diperiksa,” ujarnya.

Dimyati juga minta kepada para awak media untuk mensuport tindakan hukum yang dilakukan Kejati Banten dalam memberantas tindak pidana korupsi di Banten.

“Harus disuport itu. Karena yang saya tahu mulai dari Kejagung, Jaksa Agung bersih betul. Jaksa yang ditempatkan di Kejati Banten pasti yang sudah teruji dan orang yang bagus-bagus. Saya yakin mereka (jaksa di Kejati-red) dalam bekerja tidak akan neko-neko. Soal kasus yang sedang ditangani Kejati ini masih bisa dibilang kasus kecil. Nanti ke depan kemungkinan akan ada lagi dugaan korupsi di Banten yang lebih besar lagi,” tukas Dimyati

Diketahui, kasus dugaan korupsi pembangunan breakwater Cituis bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten dengan nilai anggaran sebesar Rp.3.944.657.000,- tahun 2023. Saat ini naik ke tingkat penyidikan Kejati Banten pada bulan Februari 2024 lalu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *