Pandeglang, Harianexpose.com –
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, Banten, telah menerima Bantuan Sosial Tunai (Bansos) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Minyak Goreng (Migor) sebesar Rp 500 ribu.
Penyaluran Bansos ini memang berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun 2021, KPM menerima paket sembako dari agen dengan melakukan penggesekan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) terlebih dulu.
Untuk tahun ini, KPM menerima uang tunai, tetapi tidak melalui agen dan tak menggunakan KKS. Saat ini KPM hanya menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) penyalur PT. Pos Indonesia. Untuk saat ini percepatan penyaluran bantuan program Bansos periode Januari, Februari dan Maret Tahun 2022.
Setelah menerima uang, sesuai mekanisme yang ada, seharusnya KPM bebas unutk membelanjakan untuk kebutuhan pangan berupa karbohidrat, protein hewani nabati, vitamin dan mineral. Tidak ada pemaketan komoditi yang ditentukan oleh agen.

Celakanya, kenyataan yang terjadi di lapangan, setelah KPM menerima uang sebesar Rp 500 ribu, dimana Rp 300 Ribu BLT Migor dan Rp 200 ribu Bansos pihak Pendamping Desa diduga kuat mengarahkan KPM untuk membeli paket sembako yang telah di sediakan oleh Pendamping Desa di tempat yang telah di tentukan yang berada di lokasi penerimaan uang.
Uang sebanyak Rp 500 ribu yang baru diterima, langsung diserahkan kepada agen. KPM hanya menerima barang berupa beras 10 Kg Rp 108000, Telur, 2 Kg Rp54.000,-, Kacang Ijo, ¼ Kg Rp9.000,-, Apel, 5 buah Rp20.000,-, Kentang. 1/3 Kg Rp9.000,-.Dan semua sembako sudah ditentukan oleh agen dengan harga Rp 200 ribu.
Pendaming Desa Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, Banten, Deri Iskandar, ketika dikonfirmasi wartawan di lokasi pencairan Bansos mengatakan, yang dilakukanya sudah benar, “Kami melakukan pencairan bantuan Bansos sudah benar,” terangnya.
Lanjut Deri, jika tidak dibelikan sembako susah untuk membuat laporanya, ”Saya susah untuk membuat laporanya jika penerima manfaat tidak membeli sembako. Karena kami harus membuat laporan,” urainya.
Ditemui diruang kerjanya, camat Koroncong, Agung Yuliawan, S.Sos, mengungkapkan, pihaknya baru mengetahui informasi dari rekan-rekan. Kendati demikian pihaknya akan segera menyikapi, “Terima kasih reka-rekan media, saya akam sikapi ini. Bukan ingin mencari siapa yang salah dan siapa yang benar,” ujar Camat Agung. (Yayan).