Oleh : HAIRUZAMAN.
(Komisioner Infokom MUI Provinsi Banten dan Praktisi Pers).
Aku berpikir, maka aku ada (Cogito Ergo Sum). Demikian bunyi adagium terkenal seorang Filsuf Yunani, Descartes asal Prancis. Menurut Descartes, Aku berpikir, maka aku ada. Hal ini sebagai bukti bahwa satu-satunya hal yang pasti di dunia ini ialah eksistensi seseorang sendiri. Adapun eksistensi tersebut bisa dibuktikan dengan fakta bahwa ia dapat berpikir sendiri.
Cogito Ergo Sum, kalimat yang dipopulerkan oleh Descartes itu sebenarnya ingin mencari sebuah kebenaran dengan pertama kali meragukan semua hal. Termasuk meragukan benda-benda di sekelilingnya. Celakanya, Descartes juga bahkan meragukan keberadaan dirinya sendiri.
Kasus yang membelit Rektor Universitas Lampung (Unila), Prof. Karomani, yang tersandung kasus suap penerimaan calon mahasiswa baru tahun 2022, kini ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Prof. Karomani, ditangkap KPK dengan barang bukti uang tabungan sebesar Rp.1,8 Miliar. Selama ini, Karomani, dikenal sebagai sosok yang paling gencar meneriakkan tentang Radikalisme
Karomani pun menyebut, Perguruan Tinggi menjadi sasaran kaum radikal dalam perekrutan dan regenerasi radikalisme. Karena itu, Forum Rektor sepakat mengadakan langkah strategis dalam membentengi karakter dan antisipasi penyebaran radikalisme di lingkungan kampus.
Kasus suap yang dilakukan Karomani tersebut dinilai telah mencoreng institusi pendidikan. Modus suap penerimaan calon mahasiswa baru dapat dibantu dengan menyerahkan sejumlah uang sesuai mekanisne pihak kampus Unila.
Dalam kasus tersebut, KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan suap yang dilakukan oleh penyelenggara negara atau yang mewakilinya terkait penerimaan calon mahasiswa baru tersebut. **