Mengintip Tradisi Sedekah Bumi di Desa Sibubut Cirebon

Repurtase : : A. Abdurrochin S / Yani Sumiati – Editor In Chief : Hairuzaman.

Pengantar Redaksi.

Di Desa Sibubut, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, ada tradisi yang unik dan hingga kini masih bertahan kuat di tengah-tengah masyarakat.  Tradisi sedekah bumi pasca panen itu merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan. Terkait dengan itu, A. Abdurrochim S. dan Yani Sumiati, melakukan Reportase guna menelusuri lebih jauh tradisi masyarakat Desa Sibubut, Cirebon, Jabar, tersebut.

CIREBON, Harianexpose.com |

Tradisi adat istiadat masyarakat Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, ternyata masih kental dan bertahan hingga sekarang ini. Bahkan menjadi sebuah historis yang tak bisa di lepaskan bagi kehidupan masyarakat Cirebon.

Salah satunya tradisi yang saat ini masih mengakar dan dilestarikan oleh masyarakat Desa Sibubut, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jabar, adalah tradisi sedekah bumi pasca panen padi maupun palawija.

Seperti yang dituturkan Kuwu Sibubut, Abidin, didampingi Kaur Keuangan Desa Sibubut, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Ru’yatullah, ketika dikonfirmasi Harianexpose.com, di kantornya, pada (3/11/2022). Menurut Kuwu Sibubut,  Abidin, kegiatan pesta masyarakat yang kerap disebut sedekah bumi dan kunjungan tetap masih dilaksanakan oleh masyarakat Desa Sibubut. Hal itu lantaran merupakan peninggalan para leluhur kita sehingga tidak bisa di tinggalkan.

Lanjut Kuwu, tradisi tersebut adalah wujud masyarakat sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, atas segala rahmat dan karunia-Nya, setelah hasil panen padi dan palawija yang mereka lakukan.

Masyarakat sudah terbiasa melakukan seperti itu, tanpa terkecuali, Sehingga nilai-nilai budaya tersebut sudah mengakar kuat di tengah-tengah masyarakat dan sejak zaman nenek moyang kita tempo dulu.

Seandainya hal itu tidak dilaksanakan, dan kegiatan tersebut diganti dengan yang lain, kata Abidin, maka apa yang terjadi di masyarakat. Terutama para pengelola padi, termasuk pengelola palawija pun merasa gamang. Pasalnya, sempat ada kejadian yang aneh dan di alami okeh masyarakat, Tak ayal lagi, akibatnya hasil panen pun tak memuaskan dan dinilai gagal.

“Sebaliknya jika tradisi bumi itu dilaksanakan sesuai adat tradisi yang telah bertahun-tahun mereka lakukan, maka hasil panen pun meningkat secara total dan hasilnya sangat menggiurkan. Karena berlimpah-ruah,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *