Warga Desa Mangkualam Perbaiki Jalan Secara Swadaya

Reportase : Endang Jubaedi – Editor In Chief : Hairuzaman.

PANDEGLANG, Harianexpose.com |

Warga Desa Mangkualam, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten, memperbaiki jalan raya secara swadaya. Perbaikan jalan raya itu guna terhindar dari kecelakaan sepeda motor yang kerap terjadi, Jalan tanjakan dengan kelokan dan dipenuhi batu-batu kerikil menjadi licin.

Tak pelak lagi, akibat kerusakan jalan tersebut hingga anak sekolah, pedagang bermotor yang paling banyak mengalamai kecelakaan jatuh di jalan tanjakan Tonggeret, pada Jum’at (2/12/2022),

Warga Desa Mangkualam bergotong-royong dan dilakukan secara swadaya guna memperbaiki jalan dengan cor semen yang sederhana.

Kepala desa Mangkualam, Sumhana, yang hadir dalam perbaikan jalan raya itu, menjelaskan, pihak Pemerintah Desa Mangkualam sering mendapatkan keluhan kecelakaan ditanjakan Yonggeret.

“Ssebagian besar anak sekolah dan ibu -ibu yang tengah mengantar anaknya ke sekolah yang ada di sekitar wilayah itu dari TK hingga SMP, Daripada menunggu program perbaikan jalan itu, kami berupaya dengan warga untuk memperbaiki jalan secara swadaya sesuai dengan kemampuan,” bebernya.

Lanjut Sumhana, jalan itu sekitar 45 meter panjang dan lebar 2,5 meter yang diperbaiki. Berkaitan dengan biaya ini keikhlasan dari masyarakat Desa Mangkualam.

Tokoh masyarakat Kampung Pajagan, Desa Mangkualam, H. Bohani (49), menjelaskan, penambalan jalan tanjakan Tonggeret diperbaiki secara swadaya, sambil menunggu program perbaikan jalan raya. Jalan yang hancur terutama tanjakan diperbaiki semampu warga.

“Sedangkan perbaikan dengan swadaya ini, menggunakan material semen dan pasir secukupnya,” kata Bohani.

Sejumlah warga yang melintasi jalan tersebut saat dikerjakan penambalan lubang pada jalan tanjakan Tonggeret, merasa betsyukur. “Alhamdulilah Hirobbil Alamin” atas diperbaiki jalan itu, Namun, ada pula yang berkomentar sambil berjalan melintasi jalan yang diperbaiki bahwa zaman sudah merdeka memperbaiki jalan raya, tapi warga harus bergotong-royong.

Ditempat terpisah, warga Kampung Citeuluk, Desa Padasuka, Kecamatan Cimanggu, Sanuri (38), menambahkan, ibu-ibu selama ini merasa ketakutan mengantar anaknya ke sekolah. Pasalnya, banyak yang jatuh dari kendaraan motor, “ibu-ibu jarang antar anaknya ke sekolah” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *