Reporter : Nono.
Pemimpin Redaksi : Hairuzaman.
Serang | Harianexpose.com —
Ketika kali pertama menapaki Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, lintasan rel kereta api tampak melintang dan membelah jalan. Lintasan kereta api di Desa Silebu yang sempat menghebohkan masyarakat Provinsi Bannten beberapa tahun silam. Pasalnya, saat kendaraan jenis “odong-odong” yang sarat penumpang itu tengah melintas, namun secara tiba-tiba muncul kereta api.
Dalam hitungan detik, kendaraan odong-odong pun tertabrak kereta api. Disusul dengan jeritan histeris para penumpangnya. Warga Desa Silebu pun berhamburan keluar untuk membantu para korban yang tertabrak kereta api. Tercatat sekitar 30 orang lebih penumpang odong-odong mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Lintasan kereta di Desa Silebu yang meremggut puluhan korban jiwa beberapa tahun silam. (Foto : Istimewa)
Tak ayal, insiden maut itu pun sontak menjadi ramai. Hingga pihak kepolisian akhirnya melarang kendaraan odong-odong untuk mengangkut penumpang dan beroperasi di jalan raya. Selain dinyatakan melanggar lalu lintas jalan, kesadaran hukum masyarakat pun perlu di edukasi agar insiden maut itu tak terulang kembali.
Tak jauh dari lintasan rel kereta api itu, sekitar 50 meter, telah membentang sarana jalan sebagai akses warga yang ada di dua desa yakni, Desa Silebu dan Sukajadi. Dengan dibangunnya jalan oleh Satgas TMMD ke-164 Kodim 0602/Serang itu diharapkan akan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar. Sehingga masyarakat akan hidup lebih sejahtera.
Tampak salah seorang warga tengah mengendarai sepeda motor di jalan yang dibangun TMMD ke-164 Kodim 0602/Ssrang. (Foto : Istimewa).
Selama ini beberapa kampung yang ada di Desa Silebu dan Sujajadi tampak terisolasi. Apabila mau menuju Kota Serang dan dareah lainnya, warga harus berputar terlebih dulu dengan jarak yang lumayan jauh. Namun, kini pasca TMMD ke-164 Kodim 0602/Serang telah membuka akses jalan, jarak tempuh pun menjadi lebih singkat. Baik bagi warga yang akan berangkat untuk bekerja maupun anak-anak menuju ke sekolah, kini tak perlu lagi harus menempuh perjalanan yang jauh. Akses jalan yang dibangun oleh Satgas TMMD Kodim 0602/Serang menjadi altetnatif yang lebih singkat dan cepat.
Saat penutupan TMMD ke-164 Kodim 0602/Serang, di Desa Silebu, pada Rabu (4/6/2025), beberapa warga tampak tengah melintasi akses jalan yang dibangun oleh Satgas TMMD ke-164 Kodim 0602/Serang, yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Serang. Akses jalan yang dilengkapi dengan jembatan tersebut menghubungkan antara Desa Silebu dengan Desa Sukajadi.
Acara Penutupan TMMD ke-164 Kodim 0602/Serang, di Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, pada Rabu (4/6/2025). (Foto : Istimewa)
Selain membangun jalan dan jembatan, Satgas TMMD juga merenovasi Musholla, 8 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) milik warga di Desa Silebu dan Sukajadi. Termasuk berbagai kegiatan non fisik antara lain, penyuluhan tentang hukum, kesehatan, bahaya narkoba dan kegiatan lainnya.
Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI A.M. Suharyadi, Kapoksahli Kodam III/Siliwangi, memimpin upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-124 yang dilaksanakan Kodim 0602/Serang, bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Serang, bertempat di Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, pada Rabu (4/6/2025).
Suharyadi hadir sebagai inspektur upacara dan membacakan amanat Pangdam III/Siliwangi yang tidak dapat hadir karena memimpin penutupan TMMD di Sumedang, sementara Kasdam menutup kegiatan serupa di Sukabumi.
Dalam amanatnya, Pangdam III/Siliwangi menegaskan, TNI akan terus berkomitmen hadir di tengah-tengah masyarakat melalui program TMMD yang konsisten digelar sejak era ABRI Masuk Desa.
“Program ini tidak hanya menyasar pembangunan fisik saja. Akan tetapi juga aspek non-fisik dan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan serta memperkuat ketahanan nasional dari akar rumput,” terangnya.
TMMD ke-124 di Desa Silebu berhasil merampungkan seluruh target pekerjaan fisik. Diantaranya perkerasan jalan sepanjang 541 meter dengan lebar 3 meter, pembangunan jalan lingkungan sepanjang 131 meter dengan lebar 2 meter, pembuatan tembok penahan tanah (TPT), dua unit gorong-gorong dan jembatan sepanjang 8 meter dengan lebar 4 meter.
Selain itu, sasaran tambahan turut diselesaikan yang meliputi pembangunan satu unit musholla, renovasi delapan unit rumah tidak layak huni (RTLH), dua sumur bor, dua unit MCK, serta penanaman seribu batang pohon.
Brigjen Suharyadi mengapresiasi kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat yang membuat seluruh program selesai tepat waktu. “TMMD bukan sekadar proyek pembangunan. Akan tetapi katalis untuk kebangkitan desa, peningkatan taraf hidup, dan penguatan ketahanan wilayah,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, digelar pula sejumlah kegiatan sosial antara lain, layanan pengobatan gratis, pemberian paket sembako, serta penyaluran bantuan bagi keluarga terdampak stunting.
Kapoksahli menyatakan, agar seluruh hasil pembangunan TMMD dapat dirawat dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. “Apa yang telah dibangun hari ini adalah warisan untuk masa depan desa. Mari kita jaga dan pelihara bersama,” tuturnya.


