Reporter : Ilham Nurdiansyah Putra.
Pemimpin Redaksi : Hairuzaman.
Serang | HARIAN EXPOSE.com —
Kodim 0602/Serang mengerahkan kekuatan teritorialnya untuk merespons cepat bencana tanah longsor yang terjadi di Kampung Cibodas, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang. Melalui unsur Babinsa Koramil 0602-13/Padarincang dan tim gabungan, sebanyak 274 warga berhasil dievakuasi ke lokasi pengungsian yang aman, pada Selasa (6/1/2026) sore.
Evakuasi dilaksanakan sekitar pukul 17.30 WIB dan dipercepat menyusul terjadinya longsor susulan yang berpotensi membahayakan keselamatan warga. Seluruh korban sementara ditampung di Gedung Madrasah Raudattunnajah, yang dinilai aman dari ancaman lanjutan.
Dari total warga yang dievakuasi, terdapat kelompok rentan yang menjadi prioritas penanganan, terdiri dari 31 lansia, 21 balita, dan 4 ibu hamil, sementara 218 lainnya merupakan kelompok dewasa dan anak-anak. Saat ini, para pengungsi berada dalam kondisi aman dan terus mendapatkan pendampingan serta pemantauan dari tim gabungan di lapangan.
Komandan Koramil (Danramil) 0602-13/Padarincang, Kapten Inf Dadan Ramdani, menyampaikan bahwa Babinsa bersama unsur terkait masih disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan perkembangan situasi.
“Babinsa kami tetap berada di lapangan untuk memantau kondisi pascabencana, mengamankan warga, serta memastikan tidak ada ancaman lanjutan akibat pergerakan tanah,” ujarnya.
Sementara itu, Dandim 0602/Serang, Kolonel Arm Oke Kistiyanto menegaskan bahwa keterlibatan Kodim dalam penanganan bencana merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial TNI dalam melindungi masyarakat dan mendukung pemerintah daerah pada situasi darurat.
“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kodim 0602/Serang mengerahkan Babinsa dan berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait agar evakuasi berjalan cepat, tertib, dan aman,” tegas Dandim.
Hingga saat ini, Kodim 0602/Serang terus melakukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi, sekaligus menyiapkan langkah antisipatif apabila terjadi bencana susulan. TNI menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi krisis dan darurat kemanusiaan.
.
