Petani di Kecamatan Cimanggu Meradang, Terpaksa Jual Gabah Untuk Perbaiki Lining Irigasi

Reportase : Endang ) Ahmadin – Editor In Chief : Hairuzaman.

PANDEGLANG, Harianexpose.com

Petani di Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten, meradang. Pasalnya, petani rela untuk menjual gabahnya guna menperbaiki lining (penahan erosi saluran-Red)  irigasi yang diterjang banjir bandang pada 7 Juni 2022 silam.

Salah seorang petani di Desa Tugu, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Wakhyar (62), menjelaskan, pada 12 Agustus 2022, pihaknya terpaksa menjual gabah miliknya untuk perbaikan lining irigasi yang jebol terkena banjir bandang beberapa waktu lalu. Pasalnya, jika tidak diperbaiki sedikitnya 100 hekatre areal persawahan di blok Madur Desa Rancapinang tidak terairi.

“Upaya perbaikan dilakukan bersama masyarakat lainnya yang memiliki lahan sawah di Desa Rancapinang. Apabila tidak segera diperbaiki masyarakat petani akan kesulitan untuk beraktifitas di sawah,” kata Wakhyar, pada Sabtu (13/8).

Dijelaskan lebih jauh, Wakhyar bersama petani lain, para petani sepakat untuk memperbaiki jaringan irigasi tersebut bersama-sama baik pelaksanaan pengerjaan, perbaikan fisik bangunan maupun biayanya. Semua biaya dari petani. Ada yang menyumbang Rp.50 ribu. Sehingga terkumpul dana Rp.2,4 juta,

Sementara itu,.sambung dia lagi, kebutuhan yang diperlukan untuk perbaikan bendungan mencapai Rp.4,5 juta. Uang itu pun hanya cukup untuk pembelian material sajaa.

“Sebab, tenaga pengerjaan perbaikan dilakukan secara gotong-royong masyarakat. Selama sembilan hari untuk perbaikan bendungan dan jaringan irigasinya,” lanjut Wakhyar.

Wakhyar terpaksa menjual gabah guna menutupi kekurangan biaya perbaikan bangunan yang terdampak akibat  banjir bandang tersebut.

Wakhyar dengan para petani lainnya berharap kepada pemerintah guna secepatnya menangani bangunan yang jebol oleh bencana banjir tersebut, Karena menurut mereka, salah satu urat nadi perekonomian masyarakat. Hal itu mengingat sebagian besar warga selatan Pandeglang masyarakatnya adalah bermata pencaharian dari pertanian.

Wakhyar dengan petani lainnya berharap, ada perbaikan pada saluran irigasi itu. Perbaikannya tidak menggunakan beronjong lantaran kurang kuat. Mungkin dapat diganti dengan material lain agar kuat menahan debit air.

“Diperkirakan sedikitnya 300 meter tanggulan irigasi yang butuh perbaikan serius dan sekitar 50 meter lantai irigasi yang rusak terkikis banjir bandang,” bebernya.

Kepala Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Epan, ketika dihubungi melalui telephone selulernya berharap kepada pihak Pemda Pandeglang, agar secepatnya ada perbaikan pada bangunan yang jebol terkena banjir, juga kesejahteraan masyarakat dari pertanian. Dengan rusaknya bangunan tersebut khawatir aktifitas masyarakat sebagai petani menjadi terhambat.

“Dalam waktu dekat, Pemerintah Desa Rancapinang akan minta bantuan ke BNPB guna penanggulangan sementara pada bangunan irigasi. Mungkin minta fan bag,” ujar Kepala Desa Ranca Pinang, Epan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *