SERANG – Harianexpose.com |
Nahas benar nasib Naiman (47(, warga RT.04/RW.01 Desa Kramatwatu, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten. Pasalnya, sudah dua bari ini Iman dan anak semata wayangnya terpaksa harus menahan rasa lapar.
“Saat ini saya sudah tidak bekerja jualan pecel lele lantaran tak ada modal. Sehingga saya sudah dua hari ini tidak makan. Belum lagi anak terus merengek minta uang jajan,” tutur Iman, kepada awak media pada Senin (3/1/2023).
Selain itu, lanjut Iman, genteng atap rumah saya juga sudah lama ambrol dan bolong. Tak ayal, sehingga jika hujan turun rumah pun jadi kebanjiran. Apalagi saat ini sedang musim penghujan.

“Jangankan untuk merenovasi rumah, buat makan saja lagi susah. Jadi, saya terpaksa harus minta bantuan kesana-kemari kepada tetangga terdekat sekadar untuk mengganjal perut saya yang kosong keroncongan,” bebernya.
Iman berharap ada yang bisa memberikan solusi agar ia kembali berdagang seperti sedia kala. Sehingga bisa untuk makan sehari-hari. “Modal jualan pecel lele itu berkisar antara Rp.2 juta. Sudah termasuk sewa tempat. Biasanya dari jualan pecel lele itu satu hari bisa meraup untung sekitar Rp.80 ribu. Jadi, saya bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” tukasnya dengan mata berkaca-kaca.
Ketua RW.01 Desa Kramatwatu, Hairuzaman, didampingi Ketua RT.04/01, Usman, berharap agar pihak Pemerintah Kabupaten Serang maupun unsur Muspika Kecamatan Kramatwatu serta para donatur agar secepatnya turun tangan untuk meringankan beban yang tengah diderita Iman dan anaknya tersebut.
“Semoga ada yang merasa peduli dan terketuk hatinya guna membantu Iman dan anaknya dari lilitan kesulitan tersebut. Apalagi saat ini Pemerintah tengah gencar-gencarnya untuk menurunkan angka stunting,” ujarnya.
Hairuzaman berharap mudah-mudahan ada program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari Pemkab Serang, guna merenovasi rumah Iman. Sehingga kondisi rumahnya layak untuk ditempati. (Hrz/Red).