Sudut Pandang Fotografer Menjelajah Dunia

Oleh : HAIRUZAMAN.

(Penulis Buku dan Praktisi Pers)

Buku karya Seno Gumina Ajidarma,
dengan judul : Kisah Mata” ini bisa kita maknai bahwa seorang fotografer harus mempunyai sudut pandang terhadap sebuah obyek peristiwa. Tak ayal, sehingga matanya pun harus mampu menerawang dan menjelajah alam semesta ini.

Seorang Fotografer tentu saja mempunyai sudut pandang yang berbeda dari suatu obyek peristiwa. Mata seorang fotografer harus jeli dalam melihat suatu obyek yang akan dibidiknya. Sehingga hasil dari jepretan kameranya tidak akan sia-sia dan menghasilkan sebuah karya yang profesional dan monumental.

Memandang sebuah foto artinya memandang melalui mata seorang fotografer. Tak pelak, seorang fotografer adalah seorang pengembara dalam semesta penampakan. Ia berjalan, memandang, dan memotret suatu peristiwa tertentu

Berjalan, memandang, dan memotret. Sedangkan kita hanya tinggal membuka mata di depan foto untuk melihat pemandangan yang sama.

Masalahnya ialah seberapa jauhkah para pemandang foto ini akan melihat juga segala sesuatu yang dilihat sang fotografer? Tepatnya, seberapa jauh mata kita terbuka, kendati gambarnya nyata-nyata ada di depan mata kita?

Rupa-rupanya, mata yang terbuka dan telanjang saja belum cukup untuk memandang dunia. Seperti para fotografer, para pemandang foto pun harus berangkat mengembara dalam semesta penampakan itu, dan membingkai pembermaknaannya sendiri.

Seorang fotografer profesional tentu saja harus mampu memaknai sebuah obyek gambar yang dibidiknya melalui mata yang telanjang. Dimana gambar obyek tersebut bisa berbicara kepada publik yang melihatnya. *”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *