Fiat Justicia Ruat Caelum

Oleh : HAIRUZAMAN.

(Penulis Buku dan Wakil Pemimpin Redaksi Tabloid. VISUAL Jakarta)

 

Judul buku : Negara Mafia
Penulis. : Laode Ida
Penerbit. : Galang Press
Jumlah Halaman : 277
#negaramafia #buku #genrepolitik #laodeida

Carut-marut supremasi hukum di negeri ini merupakan fenomena yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Pasalnya, keadiilan itu hanya milik penguasa dan kaum borjuis. Faktanya, hukum itu masih bisa dibeli. Tak ubahnya bagai transaksi antara pedagang dan konsumen di pasar.

Laode Ida mendeskripsikan fakta itu melalui buku yang ditulisnya dengan judul “Negara Mafia”. Menurut Laode Ida, keadilan di negeri ini hanya berpihak pada kaum berduit. Pandangan skeptis semacam ini sudah tak asing lagi di telinga. Bahkan publik dibuat gerah ketika mengetahui Artalyta Suryani,100 waktu dengan namanya bersandar ia dalam sel tahanan Rutan Pondok Bambu dengan dilengkapi fasilitas layaknya rumah real estate.

Pelajar sidomuncul kecelakaan berapa banyak duit Artalyta menyuap para staf dan petinggi Rutan. Wajah keadilan Indonesia ini benar-benar menyesakkan dada rakyat kecil. Banyak kasus rakyat kecil yang sepele, namun dipermasalahkan hingga selebar mungkin. Tetapi ketika pejabat atau orang yang memiliki kekayaan melakukan kesalahan itu tidak dianggap. Hukum Mata Pisau, tajam ke bawah dan tumpul ke atas

Tentu saja, kasus Artalyta hanya satu dari ratusan, bahkan mungkin ribuan. Paling tidak, kasus Artalyta merupakan fenomena hukum yang menjadi wabah phatologi sosial yang terjadi di Indonesia ssaat ini. Bagi rakyat kecil seolah sulit untuk mendapatkan keadilan.

Karena itu, perlu adanya reformasi di bidang hukum. Sehingga wajah hukum di Indonesia bisa berubah ke arah yang lebih baik lagi. Sebab, “Fiat Justicia Ruat Caelum” bahwa keadilan itu harus ditegakkan kendati langit akan runtuh. Demikian ungkapan Lucius Calpurnius Piso Caesoninus (43 SM). “”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *