Pengaruh Media Massa Dalam Dunia Politik

Oleh : HAIRUZAMAN

(Editor In Chief Harianexpose.com dan Deputy Chief Editor Tabloid VISUAL Jakarta)

Dunia politik memang selalu beririsan dengan kehidupan sosial. Dari lingkup terkecil saja misalnya, dalam bermasyarakat tak bisa dilepaskan dari apa yang disebut dengan politik. Oleh karena itu, mengenal tentang ilmu politik tentu saja bisa jadi referensi untuk menambah wawasan dan lautan pengetahuan.

Rekomendasi buku politik memang sangatlah beragam. Sebut saja seperti politik media, politik hukum, dan sebagainya. Tidak hanya itu saja, dalam politik ada sistem tersendiri mulai dari demokrasi, otoriter, totaliter, dan seterusnya. Pembahasan tentang politik memang tidak akan ada habisnya.

Apalagi, dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Dimana seiring berjalannya waktu mengalami dinamika atau perkembangan. Karena itu, di bawah ini ada rekomendasi buku politik yang wajib dibaca untuk menambah wawasan agar mengenal politik dunia maupun politik Indonesia.

Rekomendasi buku politik yang wajib dibaca salah satunya adalah Politik Kuasa Media. Buku ini merupakan karya Noam Chomsky, yang membahas mengenai bagaimana pengaruh media digunakan dalam dunia politik. Buku Politik Kuasa Media ini juga mengulas mengenai persoalan politik dunia.

Salah satunya saat media digunakan sebagai propaganda untuk membuat bahkan menggiring opini massa. Seperti pepatah media ibarat pisau bermata dua. Di mana dapat membawa keuntungan atau justru kebencian. Dalam buku ini akan diulas mengenai propaganda media di Amerika Serikat. Sehingga bisa dijadikan referensi bagi yang ingin tahu dan mengenal politik kuasa media.

Dalam buku yang aslinya berjudul “The Spektakular Achievements of Propaganda” ini pembaca akan dihadirkan tentang sejarah bagaimana sebuah media, khususnya media massa digunakan untuk mengatur, melawan, dan menguasai opini publik. Seperti yang terjadi pada saat pemerintahan Adolf Hiltler, ia menggunakan media sebagai alat untuk propaganda pada perang dunia dua. Lalu Presiden Amerika seperti, W. Wilson, yang menggunakan media untuk memenangkan pemilihan umum pada tahun 1916, dan George Bush, yang menggunakan media sebagai alat untuk menggiring opini untuk menutupi kegagalan dia dalam menangani masalah pendidikan, kemiskinan, hutang negara. Serta masih banyak contoh lain di dalam buku ini.

Buku ini juga menghadirkan analisis-analisis tentang bagaimana media bekerja untuk sebuah kepentingan politik tertentu. Dalam buku ini disebutkan bahwa para penguasa membangun propaganda lewat media massa untuk menggiring opini publik dan membangun sebuah citra. Karena siapa yang dapat membangun sebuah citra, maka ia akan mendapatkan legitimasi dan kepercayaan publik untuk melakukan segala kepentingan-kepentingannya. Padahal kepentingannya tersebut terkadang kontraduktif dengan kepentingan publik. Tetapi, karena media memolesnya dengan apik membuat kepentingan yang kontraproduktif tersebut menjadi bias di masyarakat.

Buku ini membeberkan kepada pembaca bahwa informasi-informasi yang dihadirkan oleh media massa tidak lain adalah hasil dari para awak petugas media di meja-meja redaksi. Disitulah dimana informasi diatur sebelum disebarkan kepada khalayak ramai. Kendati mereka mengerjakannya dengan teknik-teknik jurnalistik, tetapi yang mereka tulis belum tentu adalah sebuah fakta yang sebenarnya. Karena terkadang dalam sebuah informasi yang disebarkan selalu saja ada fakta yang tidak diungkap, kejadian yang tidak ditulis atau kebenaran yang disembunyikan.

Karena sebuah media massa dapat dijadikan sebagai alat pengontrol kebenaran. Apa yang dikatakan media massa, maka dapat menggiring opini publik untuk dapat mempercayainya. Karena dalam sebuah sistem demokrasi opini publik adalah hal yang sangat penting. Hal inilah yang menjadikan para penguasa atau pemangku kebijakan berlomba-lomba dalam menguasai industri media massa.

Kendati buku ini hanya memiliki tebal halaman sebanyak 50 halaman, tetapi isi yang dihadirkan buku ini sangat bermutu dan berbobot. Apalagi bukunya ditulis oleh Noam Chamsky, seorang yang dikenal karena pemikirannya yang independen dengan analisis-analisis yang tajam, walaupun mungkin bahasa yang digunakan dalam buku ini sedikit sulit untuk dipahami, dan juga banyak istilah yang susah dimengerti. Akan tetapi secara keseluruhan buku ini sangat cocok untuk yang suka dengan kajian atau isu-isu media dan politik. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *