Oleh : HAIRUZAMAN
(Penulis Buku dan Praktisi Pers)
Penulis pertama kali mengenal almarhum Desmond J Mahesa, ketika diundang secara mendadak di kediamannya, di bilangan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, beberapa tahun silam. Selain silaturahmi, malam itu merupakan momentum sosok Politikus Partai Gerindra yang menjabat sebagai Anggota DPR-RI untuk melaksanakan masa reses dan menyampaikan beberapa program pembangunan.
Saat itu, saya pun berdialog langsung secara intens dengan Desmond J. Mahesa, yang akrab disapa Bang Desmond, terkait berbagai permasalahan pembangunan yang ada di wilayah Provinsi Banten. Mantan Aktivis Mahasiswa Angkatan “88” ini pun langsung menjawab semua pertanyaan secara detail. Sehingga saya pun merasa puas atas jawaban Ketua DPD Gerindra Banten tersebut.
Pertemuan kedua, saat malam bulan suci Ramadhan, saya pun kembali diundang dalam acara buka puasa bersama dan hiburan musik religi bersama budayawan, Emha Ainun Najib dan artis kondang, Novia Kolopaking. Acara pun ditutup dengan sahur bersama. Malam itu, mata saya tertuju pada sosok relasi Bang Desmond yakni Tomy Winata dan istrinya, yang juga hadir dalam acara tersebut.
Tomy Winata dengan nama asli Oe Suat Hong.ialah salah satu pebisnis handal. Bahkan, ia pun menguasai perekonomian Indonesia sekaligus menjadi anggota 9 naga.
Tomy Winata lahir dari keluarga tidak mampu dan bukan terlahir dari keluarga kaya atau berada. Namun ternyata, Tomy Winata mencapai kesuksesannya yang dirintis dari nol. Sejak kecil, Tomy Winata sudah berstatus yatim piatu, yang diselimuti dengan kemiskinan. Hidupnya juga serba kekurangan, sampai ia harus merantau ke Jakarta dari Kalimantan hanya bermodal uang Rp.30 ribu.
Total kekayaan Tomy Winata sampai saat ini mencapai 900 juta US$ atau setara dengan Rp.12 triliun. Tidak mudah untuk mengumpulkan kekayaan tersebut, di mana Tomy Winata berusaha keras kurang lebih sejak 40 tahun lamanya.
Sebelum menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu, 24 Juni 2023, di RS Mayapada, Jakarta Selatan, beberapa bulan yang lalu ketika tengah berbaring di Rumah Sakit, Bang Desmond sempat memberikan bantuan dana melalui Bendaharanya, Mabruroh, kepada salah seorang warga saya yang rumahnya nyaris roboh dan beratapkan langit. Kendati tengah berbaring sakit, namun ternyata sosok politikus Gerindra ini masih memikirkan dan sangat peduli terhadap kesulitan yang di alami masyarakat strata bawah. Tapi, sosok politikus yang berjiwa sosial itu kini telah pergi untuk selama-lamanya. Selamat jalan Bang Desmond. Semoga husnul khatimah dan ditempatkan di jannah-Nya, Aamiin.