Tampak anak-anak sekolah tengah menantang maut di lintasan kereta api di Desa Bojong Pandan, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Banten. (Foto : Istimewa).
Oleh : Hairuzaman.
(Penulis Buku dan Editor In Chief Harian Expose.com)
Pagi naas itu, Dayat tak seperti biasanya memang agak tergesa-gesa. Ia pun bergegas mengeluarkan mobilnya dari garasi rumahnya. Dayat mulai beranjak dari kediamannya di Kampung Cisalak, Desa Bojong Pandan, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Banten, menuju Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Namun tak diduga, saat Dayat melintss di lintasan kereta api, tiba-tiba muncul kereta api dan langsung menabrak mobil yang tengah dikendarai Dayat.
Tak ayal lagi, mobil Dayat pun sempat terseret kereta api hingga puluhan meter dan akhirnya terpental ke bahu rel kereta api. Mobil Dayat pun tampak ringsek. Beruntung Dayat lolos dari maut kendati kakinya mengalami luka serius akibat benturan yang kencang.
Satgas TMMD ke-119 Kodim 0602/Serang, tengah bergotong-royong membuka akses jalan yang membelah hutan belantara di Desa Bojong Pandan, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Banten. Akses jalan tersebut menghubungkan antara Kabupaten Serang dan Lebak. (Foto : Istimewa).
Dayat pun tak sadarkan diri dan sempat dilarikan ke rumah sakit oleh warga sekitar lantaran luka serius yang di deritanya akibat ditabrak kereta api. Buruknya fasilitas kereta api di lintasan kereta api mengundang timbulnya kecelakaan. Pasalnya, saat itu di lintasan kereta api tidak ada palang pintu. Sehingga kecelakaan yang di alami Dayat pun tak bisa dihindari.
Akibat kecelakaan di lintasan kereta api itu, saat ini Dayat harus duduk di kursi roda. Kakinya tak bisa untuk berjalan normal seperti sebelumnya akibat terhimpit mobil yang ringsek ditabrak kereta api. Sehingga saat mendengar suara kereta api, Dayat pun kerap merasa kaget. Sebab, hingga kini Dayat masih mengenang kecelakaan maut yang terjadi di lintasan rel kereta api pada tahun 2013 silam.
Akses jalan sepanjang 507 meter yang dibuka oleh TMMD ke+119 Kodim 0602/Serang, di Desa Bojomg Pandan, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Banten. (Foto : Istimewa)
Bagi Dayat, warga Kampung Cisalak, Desa Bojong Pandan, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Banten, hingga kini masih memendam traumatik yang mendalam dan berkepanjangan saat melintasi rel kereta api. Pasalnya, tak ada pilihan lain bagi Dayat. Sebab, jika ia memutuskan untuk menyusuri jalan aspal, maka ia harus menempuh jarak yang cukup jauh agar tiba di tempat tujuan.
Selain Dayat, ada pula anak-anak sekolah yang bernasib malang dan meregang nyawa saat tengah menyusuri jalan di rel kereta api lantaran tertabrak kereta api. Sebab, bagi warga Kampung Cisalak, terutama anak-anak sekolah menyusuri jalan pintas rel kereta api adalah pilihan agar tidak terlambat datang ke sekolah. Kendati harus menempuh jalan kaki di rel kereta api yang penuh resiko. Namun, apa boleh buat. Anak-anak terpaksa harus melintasi rel kereta api yang tak jauh dari kediamannya.
Salah satu warga Desa Bojong Pandan, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Dayat, korban kecelakaan di lintasan kereta api yang lolos dari maut. Namun, akibat kecelakaan itu Dayat mengalami traumatik dan harus duduk di kursi roda. (Foto : Istimewa).
Kecelakaan di lintasan kereta api, ternyata bukan hanya di alami oleh Dayat. Beberapa anak-anak Sekolah Dasar (SD), pun mengalami nasib yang sama. Bahkan, ada pula yang harus meregang nyawa lantaran tertabrak kereta api saat berjalan kaki menuju ke sekolahnya.
Namun, warga Desa Bojong Pandan, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Banten, kini tak perlu merasa gamang lagi tertabrak kereta api. Sebab, saat ini telah dibangun akses jalan oleh TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-119 Kodim 0602/Serang. Pembukaan akses jalan baru tersebut harus membelah hutan belantara sepanjang 507 meter yang menghubungkan dua kabupaten yakni, Kabupaten Serang dan Lebak.
Pembukaan akses jalan baru oleh Satgas TMMD ke+119 Kodim 0602/Serang itu tentu saja disambut antusiasme masyarakat Desa Bojong Pandan, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang. Pasalnya, jarak tempuh melalui akses jalan tersebut memakan waktu cukup singkat dan lebih aman ketimbang harus melintasi lintasan kereta api yang mengundang maut bagi para pengguna jalan.
Komandan Kodim (Dandim) 0602/Serang, Letkol Inf. Mulyo Junaidi, SE, M.Tr (Han). (Foto : Istimewa).
Kamandan Kodim (Dandim) 0602/Serang, Letkol Inf. Mulyo Junaiidi, SE, M.Tr (Han), mengatakan, selain Satgas TMMD. ke-119 Kodim 0602 Serang telah membuka akses jalan, juga telah membangun 5 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), Tembok Penahan Tanah (TPT), MCK Komunal, Rehab Jalan Lingkungan, Rehab Musholla serta pembangunan jembatan penghubung antar kabupaten yakni Kabupaten Serang dan Lebak.
“Saya sebagai salah satu korban kecelakaan di lintasan kereta api di Desa Bojong Pandan, mengucapkan terima kasih kepada TNI, terutama Kodim 0602/Serang, yang telah membuka aksea jalan. Semoga tidak ada lagi korban jatuh akibat tertabrak di lintasan kereta api,” tukas Dayat, dengan mata berkaca-kaca ketika dikonfirmasi wartawan di kediamannya, belum lama berselang.
Kepala Desa Bojong Pandan, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Hulman, S.Pd.i. (Foto : Istimewa).
Secara terpisah Kepala Desa Bojong Pandan, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Hulman, S.Pdi, mengatakan, selama ini warga Desa Bojong Pandan, selalu menggunakan rel kereta api untuk menuju ke Kabupaten Lebak. Karena selama ini tidak ada akses jalan lain. Selain itu, jalan melalui lintasan kereta api lebih cepat. Hanya saja, warga kerap mengalami kecelakaan di lintasan kereta api.
“Dengan adanya akses jalan yang dibuka melalui program TMMD yang ke-119 Kodim 0602/Serang, yang menghubungkan ke wilayah Kabupaten Lebak, maka saat ini warga tidak lagi melintasi rel kereta api. Warga Desa Bojong Pandan mengucapkan terima kasih dengan adanya program TMMD Kodim 0602/Serang yang telah membuka akses jalan di Kampung Cisalak ini. Karena manfaatnya sangat dirasakan oleh warga Desa Bojong Pandan” bebemya. **




