Drainase Buruk dan Tol Picu Warga Terisolasi, Medi Subandi Tinjau Banjir di Pamarayan dan Tunjung Teja

Reporter : Ilham Nurdiansyah Putra

Pemimpin Redaksi : Hairuzaman

Serang — Harian Expose.com

Anggota DPRD Kabupaten Serang, Medi Subandi, meninjau tiga titik banjir yang ada di wilayah di Kecamatan Pamarayan dan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, pada Sabtu (24/1/2016).

Medi menilai banjir disebabkan buruknya sistem drainase dan dampak pembangunan infrastruktur jalan tol.

Tiga lokasi yang ditinjau adalah Kampung Pamarayan, Desa Pamarayan, dan Kampung Tangsi, Desa Kampung Baru, serta Kampung Cigobang, Desa Kamuning. “Di Pamarayan, pintu tanggul terlalu kecil sehingga air tidak bisa keluar,” kata Medi.

Di Kampung Cigobang, banjir membuat warga terisolasi dan harus menggunakan perahu karet. “Air terjebak karena tidak ada jalur pembuangan yang jelas,” ujarnya.

Medi akan mendorong Pemerintah Kabupaten Serang untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten dan BBWSC guna mencari solusi jangka panjang.

Menurutnya, meski kewenangan normalisasi sungai besar berada di pemerintah pusat dan Provinsi, Pemkab Serang tetap harus aktif bersinergi dan mengusulkan anggaran.

“Normalisasi dan hilirisasi sungai adalah harga mati. Jika dibiarkan, banjir seperti ini akan terus berulang, apalagi cuaca kini semakin tidak menentu,”tandas Medi

Ia juga mengingatkan bahwa tanpa penanganan serius, permukiman warga akan terus menjadi kawasan tangkapan air setiap musim hujan.

Selain melakukan pengawasan dan pemetaan persoalan, medi turut menyalurkan bantuan logistik berupa beras dan mie instan kepada warga terdampak di tiga lokasi tersebut.

“Kami hadir untuk memastikan kondisi warga dan membantu kebutuha mendesak. Namun yang paling penting adalah solusi jangka panjang agar air memiliki jalur keluar langsung ke sungai,”pungkas Medi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *