Cilegon | HARIAN EXPOSE.com —
Dalam rangka memperingati _Gebyar Bhakti Wanita Nusantara Tahun 2026_, Bhakti Wanita Nusantara Cabang Kota Cilegon menggelar kegiatan “Pasar Tani” di Alun-Alun Kota Cilegon. Kegiatan berlangsung selama 3 hari, mulai Kamis (30/07/2026), dan diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW).
Pasar Tani ini merupakan salah satu program strategis untuk memperkuat ketahanan pangan serta mendorong pertumbuhan UMKM, khususnya yang digerakkan oleh perempuan dan kelompok tani di wilayah Banten.
Sebanyak puluhan stand hadir dalam kegiatan ini. Pesertanya terdiri dari UMKM binaan perempuan, kelompok tani, koperasi, dan pelaku usaha produk halal. Beragam produk ditampilkan, mulai dari hasil pertanian segar, olahan pangan khas daerah seperti emping melinjo dan kerupuk, hingga produk kriya dan batik nusantara.
Ketua KTNA Kota Cilegon, H. Jawadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata peran perempuan dalam pembangunan ekonomi.
“Pasar Tani ini adalah bukti bahwa perempuan tidak hanya mengurus rumah tangga, tetapi juga menjadi penggerak utama ekonomi keluarga. Kami ingin produk-produk UMKM dan tani dari Cilegon bisa naik kelas, memiliki legalitas, dan menembus pasar yang lebih luas,” ujar Jawadi.
Senada dengan itu, Wali Kota Cilegon, H. Robinsar yang hadir dan membuka acara secara resmi memberikan apresiasi tinggi.
“Pemerintah Kota Cilegon sangat mendukung kegiatan ini. Ini sejalan dengan visi kami untuk memajukan UMKM dan pertanian. Saya berharap sinergi antara Bhakti Wanita Nusantara, pelaku UMKM, dan pemerintah terus diperkuat agar ekonomi kerakyatan di Cilegon semakin tumbuh,” kata Wali Kota.
Selain bazar, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi Sertifikasi Halal Gratis bekerja sama dengan BPJPH, pelatihan digital marketing, cek kesehatan gratis, dan demo produk olahan pangan.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Ribuan pengunjung memadati Alun-Alun selama pelaksanaan. Transaksi yang terjadi ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Bhakti Wanita Nusantara berharap “Pasar Tani” dapat menjadi agenda tahunan yang konsisten untuk memfasilitasi UMKM dan petani agar lebih berdaya saing di era ekonomi modern. (Babay/Red).