Tren Peningkatan Kinerja Krakatau Steel Sejak 2020

Oleh : HAIRUZAMAN

(Wartawan Harianexpose.com dan Komisi Infokom MUI Provinsi Banten)

Pada tahun 2020, ketika Indonesia tengah di dera pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), justru grafik laba bersih PT. Krakatau Steel (KS) mengalani trend peningkatan yang cukup signifikan. Padahal akibat dampak pandemi Covid-19, yang berkepanjangan di tahun 2020 lalu, sebagian perusahaan “sempoyongan” dan ada pula yang mengalami gulung tikar. Namun, hal itu ternyata tidak berpengaruh bagi salah satu perusahaan plat merah terkemuka di Asia Tenggara tersebut.

Di tahun 2020 misalnya, PT. KS Cilegon melakukan sebuah terobosan baru dengan melakukan pembentukan Suibholding sarana infrastruktur yang bergerak di bidang layanan kawasan industri terintegrasi .Hal tersebut merupakan gabungan dari beberapa anak perusahaan PT. KS Cilegon yang berasal dari empat area utama yaitu, kawasan industri, penyediaan energi, penyediaan sarana air industri dan pelabuhan yang berlokasi di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon

Sebagai salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT. KS Kota Cilegon, juga ditopang oleh beberapa anak perusahaannya. Sementara itu, pada tahun 2020 silam, PT. KS Cilegon menggabungkan beberapa anak perusahaannya antara lain, PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC), PT. Krakatau Daya Listrik (KDL), PT. Krakatau Tirta Industri (KTI), dan PT. Krakatau Bandar Samudera (KBS).

Selain itu, PT. KS Cilegon juga mempunyai beberapa unit anak perusahaan lainnya seperti, PT. Krakatau Hogoven International (KHI) Pipe Industries yang memproduksi pipa baja. Ada pula PT. Krakatau Information Technologi sebagai perusahaan pemasok teknologi komputer, PT. Meratus Jaya Iron dan Steel, yang bergerak di bidang manufaktur besi dan baja. Kemudian PT. Krakatau National Resoerces sebagai industri pengolahan hasil tambang, serta PT. Krakatau Enginering sebagai anak perusahaan yang bergerak di bidang rekayasa rancang bangun.

Direktur Utama PT. Krakatau Steel (KS) Cilegon, Banten, Silmy Karim dan pemegang saham lainnya, kepada wartawan, pada Rabu (30/6) lalu, mengatakan, proses pembentukan subholding itu telah berjalan selama tiga bulan terhitung sejak Maret 2021 silam.

Menurut Silmy Karim, penggabungan empat perusahaan Subholding tersebut memiliki pendapatan hingga Rp.3,4 triliun dan nilai EBITDA sebesar Rp.1 triliun pada 2020. Hal itu menunjukkan Subholding Sarana Infrastruktur memiliki pondasi yang kuat secara finansial. Untuk ke depan diharapkan subholding akan terus berkembang seiring dengan pertumbuhan kebutuhan kawasan industri di Indonesia.

Dari pembentukan subholding ini diproyeksikan akan meraup pendapatan hingga Rp.7,8 triliun pada lima tahun mendatang. Sementara itu, untuk EBITDA diproyeksikan akan meningkat hingga mencapai Rp.2,2 triliun di tahun 2025.

Diketahui, pembentukan subholding ini adalah bagian dari transformasi PT. Krakatau Steel (KS) Cilegon, Banten,  demi meningkatkan nilai perusahaan melalui pengelolaan yang baik dan pengembangan unit-unit usaha yang terukur.

Di tahun 2020, PT. KS Cilegon berhasil mencatatkan penjualan ekspor baja sebesar 262.715 ton. Adapun jumlah tersebut mengalami peningkatan sebanyak 104 persen dari tahun 2020 yang berjumlah 128.342 ton.

Dari hasil penjualan ekspor baja berkontribusi sebesar 14,6 persen dari total penjualan PT. KS Cilegon pada tahun 2021 dengan jumlah sebesar Rp.1.791 000 ton. Nilai penjualan pada tahun lalu pun mencapai sekitar Rp.30,9 triliun.

PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk. mencatat rekor bulanan tertinggi ekspor sebesar 116.406 ton pada Maret 2022. Direktur Komersial PT. Krakatau Steel Melati Sarnita, mengatakan, rekor ini adalah yang paling tinggi sejak perusahaan BUMN tersebut berdiri.

“Performa penjualan kami menunjukkan kondisi yang sangat baik. Kami mencatatkan rekor penjualan ekspor yang mencapai 116.406 ton di Maret 2022. Ini merupakan rekor bulanan ekspor terbaru, memecahkan rekor sebelumnya di Januari 2022 yang sebesar 63.731 ton,” ujar Melati dalam keterangan tertulisnya pada Kamis, 7 April 2022, seperti dilansir Tempo.Co.

Sedangkan produk baja yang dikirim untuk ekspor adalah baja Hot Rolled Coil (HRC) dan Hot Rolled Pickled Oil (HRPO). Bulan lalu, PT. Krakatau Steel Cilegon, mengirimkan produk baja dan melakukan ekspor ke Pakistan, Vietnam, Turki, Yunani, dan ke Italia.

Apabila melihat kinerja yang semakin baik ini, maka kita pun merasa optimis bahwa pada tahun 2022 ini PT Krakatau Steel (KS) Cilegon, akan kembali menorehkan peningkatan kinerja performa terbaiknya melalui peningkatan penjualan ekspor baja ke beberapa negara, terutama di kawasan Asia Tenggara.

Apabila mencermati hasil penjualan ekspor baja PT. KS Cilegon di atas, maka sepanjang sejarah sejak beroperasinya PT. KS Cilegon, telah mencatat rekor tertinggi penjualan ekspor baja sebesar 116.406 ton per bulannya. Sehingga keberhasilan tersebut perlu di apresiasi sebagai langkah dan kinerja yang positif penjualan ekspor baja PT. KS pada tahun 2022 ini.

Diharapkan pada tahun 2023 mendatang, PT. KS Cilegon, Banten. akan kembali menunjukkan performa kinerjanya melalui penjualan ekspor baja yang merambat naik. Hal itu seiring dengan terus meningkatnya kebutuhan baja di Asia Tenggara maupun di pasar internasional saat ini yang dinilai cukup prospektif. **

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *