Potret Malam Kehidupan Pelajar di Kota Serang

Reportase : Suprani – Editor In Chief : Hairuzaman.

SERANG, Harianexpose.com

Karena faktor ekonomi , Febriyansah, salah satu pelajar yang ada di Kota Serang, Banten, terpaksa harus rela berjualan hingga larut malam menjelang pagi. Padahal Pukul 07.00 WIB pagi, Febriyansah, harus sampai ke sekolah, pada Kamis (25/08/2022)m

Abdul Latif yang akrab disapa kang Latif, seorang Pemerhati Sosial kepada awak media, mengungkapkan, pihaknya merasa ,prihatinan dengan keadaan anak-anak yang masih berada dibangku sekolah harus sampai dini hari masih menjajakan jualannya lantaran terbelit masalah ekonomi

“Saya sangat prihatin dengan kondisi demikian, dimana anak yang seharusnya belajar dan beristirahat di malam ini, tapi masih menjajakan jualannya,”

“Bagaimana anak tersebut akan dapat belajar dengan baik, orang dewasa pun akan lelah apabila melakukan pekerjaan demikian,” ujar Latif

“Sedangkan kita berharap generasi kita yang masih duduk di bangku sekolah jangan sampai kehilangan kemampuan dan pengalaman belajar (learning loss) dan harusnya mendorong anak untuk bisa dengan mudah dan kreatif mengeksplorasi pengetahuan dan membantu manifestasinya.” imbuh Latif

‘Sesuai undang-undang, usia anak yang boleh bekerja pekerjaan ringan minimal 15 tahun, itu pun harus dengan persetujuan orang tua atau wali dan waktu maksimal pun hanya 3 jam per hari,” tegasnya.

“Saya sangat berharap kepada Pemerintah Kota Serang melalui dinas terkait sebaiknya lebih peduli tentang nasib anak-anak pelajar di sekitar kita. Karena suatu program keberhasilan pembangunan tidak lepas dari salah satu faktor kebermanfaatan yang dirasakan masyarakat termasuk kelompok anak-anak pelajar,” bebernya.

Tidak hanya sebagai penikmat manfaat pembangunan, anak juga perlu terlibat dalam perencanaan, yang merupakan salah satu prinsip dasar pelaksanaan Konvensi Hak Anak dan keterwakilan anak dalam perencanaan pembangunan merupakan bentuk pemenuhan hak partisipasi anak

“Tapi sangat disayangkan kalau potret anak-anak pelajar di Kota Serang demikian, bagaimana semua itu dapat terpenuhi,” tutup kang Latif

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *