Perangkat Desa di Kabupaten Serang Keluhkan Bintek di Bandung

Reportase : Tata Yongky.                          Editor In Chief : Hairuzaman.                  Deputy Chief Editor : Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal Tambunan, SH, MH, LLM, P.hD.

SERANG – Harianexspsose.com |

Perangkat Desa se-Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten, belum lama ini mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bintek) Kapasitas Perangkat Desa yang digelar di Hotel Atlantik City Bandung, Jawa Barat. Namun, kegiatan tersebut banyak dikeluhkan para peserta yang ikut Bintek.

Pasalnya, kegiatan Bintek yang dijadwalkan tiga hari ternyata dilaksanakan hanya satu hari. “Padahal, kalau hanya satu hari kenapa tidak dilaksanakan di kawasan Anyer, Kabupaten Serang, saja yang lebih dekat jangan di Bandung,” ujar salah satu perangkat desa yang enggan disebutkan identitasnya kepada awak media, pada Minggu (15/9/2023).

Bukan itu saja, katanya. peserta Bintek juga mengeluhkan uang saku yang diberikan kepada para peserta Bintek yang nominalnya bervariatif dan tidak merata. Ada yang diberikan Rp.500 ribu dan ada pula yang diberikan dibawah Rp.500 ribu per orangnya,

“Uang tersebut diberikan oleh Kepala Desa bukan dari Panitia Bintek.
Celakanya lagi, banyak oknum pegawai kecamatan yang ikut hadir dalam kegiatan Bintek di bandung. Itu anggarannya dari mana. Inikan hajat desa bukan kecamatan. Kemudian anggarannya dari mana masa anggaran pribadi,” tandasnya.

Menurut ia, seharusnya yang ikut Bintek ke Bandung itu Pendamping Desa, bukan oknum pegawai kecamatan. Karena bagaimana pun Pendamping Desa itu terlibat dalam perencanaan dan anggaran yang ada di desa.

“Terkait Bintek Perangkat Desa, tak lepas dari intervensi Pendamping Desa, Mulai dari perencanaan hingga terealisasi kegiatan ini. Itu tak luput dari intervensi para Pendamping Desa. Kalau dalam pelaksanaan mereka tidak ikut berarti ini aneh,” bebernya.

Lanjut ia, kegiatan Bintek Psrangkat Desa bersumber dari dana desa.(DD) dan kegiatan ini ada susunan panitianya, Bahkan yang memberikan uang saku kepada peserta Bintek Kepala Desa masing-masing. Hal ini cukup aneh, lalu untuk apa ada panitia,. Karena panitia tidak difungsikan. Makanya ada peserta yang diberikan uang saku dibawah Rp.500 ribu, kan kasihan.

Sementara itu, Camat Petir, Kabupaten Serang, Fariz Rohiyatullah, ketika dikonfirmasi awak media, mengaku dorinya tidak mengetahui percis anggaran kegiatan Bintek yang dijadwalkan selama tiga hari menjadi satu hari,

Camat Petir Fariz, menjelaskan, karena yang lebih tahu itu para kepala desa masing-masing. Sebab, kegiatan itu murni hajatnya para kepala desa  bukan hajat kecamatan fan Camat kapasitasnya hanya sebagai undangan.

Fariz menambahksn, terkait masalah uang saku yang diberikan kepada peserta Bintek oleh masing-masing desa, bukan diberikan oleh pihak panitia. Nanti akan saya koordinasikan dengan pihak kepala desa dan Ketua APDESI kecamatan. Mengapa seperti ini dan kenapa panitia tidak difungsikan

“Sedangkan adanya peserta Bintek yang menerima uang saku dibawah Rp.500 ribu, akan saya tindak lanjuti ke desa-desa. Saya belum tahu percis berapa kisaran anggaran yang dialokasikan untuk Bintek Perangkat Desa setiap desanya, Karena hingga saat ini belum ada berkas laporan ke saya. Berapa kisaran anggaran yang dialokasikan setiap desanya,” kilahnta.

Ia mengungkapkan. adapun ada beberapa pekerja kecamatan yang ikut ke Bandung, dirinya tidak menampik adanya pihak pekerja kecamatan. Tetapi, mereka ikut ke Bandung itu murni memakai anggaran pribadi masing-masing dan tidak ikut dalam rombongan bus, melainkan pakai mobil pribadi mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *