Lurah Baleendah Pantau Wilayah Banjir di Mekarsari

Reporter : A. Abdurrochim S.

Pemimpin Redaksi : Hairuzaman

Bandung | Harianexpoae.com —

Akibat intensitas curah hujan yang cukup tinggi pada malam hari menyebabkan terjadinya banjir bandang di wilayah RW 21 Lingkungan Mekarsari, Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Banjir bandang tersebut melanda RT.2 dan RT.3/RW.21, pada Selasa (12/8/2025)

Lurah Baleendah, Sandi Kharisma S.STP. bersama jajarannya langsung turun ke lokasi banjir, Sekaligus untuk memantau sejumlah rumah penduduk yang terdampak banjir berlokasi di RW.21 Mekarsari, Kelurahan Baleendah Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung

Lurah Baleendah, Sandi Karisma, ketika dihubungi jurnalis.yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Provinsi Jawa Barat Haeianexpose.com, di ruang kerjanya, menjelaskan, terjadinya banjir tersebut berdasarkan informasi warga setempat pada pagi sekitar pukul 04.00 WIB

Ia mengungkapkan, terjadinya banjir bandang akibat curah hujan yang tinggi, Pagi tadi air tersebut mulai naik dan sampai saat ini pun air masih menggenang di area RW.21, khususnya di seputar bantaran sungai.yang sudah dibangun oleh pihak BBWSl.

Ia menguraikan, terjadinya banjir lantaran masih ada saluran air yang dibuang langsung ke sungai Citarum, Kendati saat ini sudah dibantu Ketua RW dan RT serra warga dengan ditutup menggunakan klaim. Akan tetapi ternyata munculnya air dari rembesan klaim tersebut, Sehingga air Citarum saat ini cukup tinggi dan berbalik ke pemukiman warga.

Banjir yang menggenang pemukiman warga dengan ketinggian di atas lutut orang dewasa mencapai 695,6 Cm. “Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada korban jiwa. Namun ditaksir angka kerugian tidak seberapa. Sementara jumlah rumah yang terdampak banjir masih dalam perhitungan dan masyarakat masih keadaan kondusif.

Lurah berharap langkah ke depannya agar masyarakat Kelurahan Baleendah mampu mengubah menset yang biasanya membuang sampah ke sungai Citarum itu harus di alihkan ke jalur sungai kecil yang tersedia pintu air,

“Sementara ini masyarakat memang sudah membentuk. Akan tetapi belum dibangun secara permanen dan utuh. Sehingga akhirnya muncul dari rembesan-rembesan air,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *