Jakarta | HARIAN EXPOSE.com —
Gubernur Banten, Andra Soni mendampingi Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Republik Indonesia, Yusril Ihza Mahendra, membuka Forum Bisnis Paten Indonesia (FBPI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Selasa (3/11/2026).
Kegiatan yang mempertemukan inventor, investor, dan pelaku industri ini diikuti sekitar 3.000 peserta dan dijadwalkan berlangsung selama 3–5 November 2026.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Andra Soni menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya inventor-inventor baru di Provinsi Banten dari berbagai sektor. Hal ini mencakup pemberian kepastian hukum terkait hak kekayaan intelektual (KI) melalui penerbitan hak paten atas inovasi yang mereka gagas.
”Ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam mendorong munculnya para inventor baru serta memberikan perlindungan hukum atas hak kekayaan intelektual mereka,” kata Gubernur Andra Soni.
Sementara itu, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum, Hermansyah Siregar, menyampaikan bahwa ekosistem inovasi di Indonesia menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan aktivitas penelitian, permohonan paten, serta sinergi antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, perusahaan rintisan (startup), dan industri membuktikan semakin kuatnya kapasitas nasional dalam menciptakan teknologi baru.
”Berdasarkan data paten Indonesia periode 2015–2024, tercatat sebanyak 250.569 permohonan paten. Dari jumlah tersebut, pemohon dalam negeri berkontribusi sebesar 41.684 permohonan atau 16,6 persen,” ungkap Hermansyah.
FBPI 2026 menghadirkan sejumlah agenda strategis untuk menjembatani kebutuhan industri dengan potensi teknologi hasil riset. Pada hari pertama, kegiatan Patent Townhall Pitching membahas teknologi kendaraan listrik dan rekayasa bersama PT PGAS Solution, PT Marlip Indo Mandiri, serta PT VKTR Teknologi Mobilitas. Sesi berikutnya mengangkat tema teknologi hijau dan Internet of Things (IoT) yang melibatkan PT Surya Energi Indotama, PT Elnusa Tbk, PT Telkomsel, dan PT WIR Asia Tbk.
Pada hari kedua, forum akan difokuskan pada inovasi di bidang kosmetik dan kesehatan dengan menghadirkan PT Paragon Technology and Innovation, PT Kimia Farma (Persero) Tbk, dan PT Naturindo Fresh. Selain itu, terdapat sesi diskusi mengenai pembiayaan dan penilaian kekayaan intelektual (IP Financing and IP Valuation) yang melibatkan perwakilan Dewan Pertimbangan Presiden, Kementerian Ekonomi Kreatif, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), ASLINDO, serta pemegang paten Poltak Sitinjak dari PT Asiana Technologies Lestary. (Hrz/Red).