Reportase : A. Abdurrochim S. / Yani Sumiati – Editor In Chief : Hairuzaman.
CIREBON, Harianexpose.com |
Kegiatan tradisi unjungan secara serentak dilaksanakan oleh 5 desa yang ada di wilayah Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Acara itu dihelat selama satu minggu pasca tradisi unjungan Syekh Magelung Sakti Desa Karang Kendal pada Sabtu (5/11).
Di antara desa yang melaksanakan tradisi unjungan tersebut diantaranya, Desa Pegagan Kidul, Pegagan Lor, Dukuh, Karanganyar dan Desa Kroya.

Berdasarkan hasil pantauan Tim Harianexpose.com, menyebutkan, kelima desa’ itu menghadirkan seluruh perangkat desa, termasuk para Ketua Dusun, Ketus RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, kadet PKK, Khamtibmas dan Babinsa.
Seluruh kepala desa yang lebih dikenal dengan sebutan Kuwu (Bahasa Cirebon-Red). Masing-masing Kuwu di iring dengan berjalan kaki menuju ke Makam Syekh Magelung Sakti di Desa Karang Kendal. Selain itu juga di iringi dengan berbagai kesenian daerah, termasuk drum band,
Tampak salah’ satunya ibu Kuwu Pegagan Lor, Hj. Ii Friyani, dan Kuwu Pegagan Kidul, Suryana, yang lebih akrab disapa Joni, beserta rombongan, Kedua Kuwu tersebut menuju Makam Syekh Magelung Sakti dengan semangat dan di sambut masyarakat dengan antusias di sepanjang jalan menuju Paseban, Karang Kendal.
Kuwu Karang Anyar, Yakub, didampingi Kuwu Kroya, saat dimintai keterangan oleh awak media, terkait adanya kegiatan tradisi unjungan mengatakan, tradisi unjungan itu merupakan adat masyarakat Cirebon, terutama masyarakat Desa Kroya dan Karang Anyar, Pegagan Lor dan Desa Pegagan Kidul,
“Setiap tahunnya masyarakat selalu menggelar tradisi unjungan kendati dalam kondisi apapun. Karena hal itu sudah menjadi tradisi yang tidak bisa ditinggalkan dan telah nengakar di tengah- tengah masyarakat. Pasalnya,
tradisi unjungan merupakan warisan para leluhur yang harus dilestarikan dan jangan dihilangkan,” bebernya.
Kemudian, sambung Yakub lagi, usai tiba di Paseban / Maqbaroh Syekh Magelung Sakti di Desa Karang Kendal, mereka melaksanakan do’a bersama. Tujuannya adalah ngalap barokah dan minta keselamatan kepada Allah SWT, agar ditetapkan iman Islam, serta lancar segalanya.