Oleh : HAIRUZAMAN.
(Editor In Chief Harianexpose.com)
Rifa Handayani secara mengejutkan tiba-tiba muncul di hadapan publik. Rifa pun membeberkan skandal cinta terlarangnya dengan salah seorang petinggi Partai Golkar berinisal AH. Menurut pengakuan Rifa, ia berkenalan dengan petinggi Golkar AH, saat menonton sebuah konser internasional di bilangan Ancol Jakarta Pusat, pada 2012 silam. Hubungan cinta terlaramg pun berlanjut pasca Rifa menberikan nomor ponselnya.
Namun, sinyalemen cinta terlarang antara Rifa dan AH kandas di tengah jalan pada tahun 2013. Tak ayal, Rifa pun mengaku sering mendapatkan teror dari AH dan istrinya YA. Rifa tak menyangka ternyata sosok AH sekarang menjabat sebagai seorang menteri di kabinet pemerintahan Presiden Jokowi. Karena tak tahan selalu di teror oleh YA, akhirnya Rifa pun mengadukan aib tersebut pada suaminya
Suami Rifa pun sempat mengontak dan bertemu dengan AH. Kendati AH mengakui skandal cinta terlarang itu, namun, pertemuan itu tak membuahkan hasil. Karena tidak tahan selalu di teror oleh istri AH, sehingga Rifa pun akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Mabes Polri. Saat ini kasus skandal cinta terlarang antara Rifa dan AH tersebut bagai bola liar. Pasalnya, Rifa membeberkan kasus skandal dirinya itu ke publik melalui pemberitaan di media massa .
Celakanya, kendati dugaan kasus skandal cinta terlarang itu telah diketahui oleh publik melalui pemberitaan, akan tetapi AH tak bergeming. AH seolah tak memperdulikan adanya dugaan kasus skandal cinta terlarang antara Rifa dan dirinya. Padahal publik menunggu statment dari AH agar kasus tersebut menjadi terang-benderang. Sehingga tidak merugikan terutama bagi Partai Golkar dalam menghadapi Pemilu 2024 mendatang.
Terkuaknya sinyalemen skandal cinta terlarang antara Rifa dan AH, itu membuat sejumlah kader berlogo pohon beringin itu pun menjadi meradang. Pasalnya, menjelang Pemilu 2024 yang akan datang, isu tersebut terus “digoreng” oleh rival politik. Sehingga jika kasus dugaan skandal itu tidak segera dibuka agar masalahnya menjadi “terang-benderang” maka akan berimbas buruk pada citra dan marwah di tubuh Golkar menjelang Pemilu 2024.
Politisi muda Partai Golkar, Haris Pertama, misalnya, minta agar petinggi Golkar berinisial AH untuk segera melakukan klarifikasi isu miring yang dilaporkan Rifa Handayani ke Mabes Polri tersebut. Menurut Haris, klarifikasi itu dinilai sangat penting untuk menjaga nama baik Partai Golkar. Apalagi isu miring tersebut digoreng oleh rival politik menjelang Pemilu 2024
Jika petinggi Golkar AH tidak segera melakukan klarifikasi pemberitaan Rifa Handayani, bukan tidak mungkin hal itu akan menyandera kepentingan politikĀ seluruh kader yang bernaung di tubuh partai berlogo pohon beringin tersebut. Padahal saat ini seluruh kader Golkar tengah berjibaku melakukan konsolidasi internal guna menghadapi pesta demokrasi yang akan digelar pada 2024 nanti
Sebagai seorang pemimpin partai besar, tentu saja harus segera mengambil langkah cepat dengan mengklarifikasi kebenaran isu miring yang melanda di tubuh Golkar. Sebab, jika terus dibiarkan bola liar itu menggelinding, maka bisa merugikan Golkar yang tengah bersiap menghadapi pesta demokrasi 2024 mendatang. **