Arteria Dahlan, Ekspresi Kecongkakan Wakil Rakyat

0

         Oleh : Huluful Fahmi.       

(Ketua Paguyuban Pasundan Kota Cilegon, Bamten).

Dalam mimik wajah yang serius. nampak sebuah akumulasi dari raut wajah yang berat. Anggota DPR-RI dari Fraksi PDI-P, Arteria Dahlan, meminta dengan toon yang ditekan dalam suara yang dipelankan untuk mengganti seorang Kajati.

Hanya karena menggunakan bahasa Sunda dalam sebuah rapat yang mungkin rapat ini membahas persoalan kenegaraan. Sehingga Arteria menganggap bahwa penggunaan bahasa Sunda itu menjadi bid’ah dalam sebuah rapat.

Pikirannya pun yang keluar hanya tertuju pada permintaan untuk mengganti Kajati. Tidak ada dialektika solutif. Misalnya, memberikan teguran atau langkah-langkah yang bersifat  persuasif lainnya.

Dalam penegasannya, Arteria, melanjutkan perkataannya bahwa kita ini Indonesia. sepertinya beliau sangat terganggu sekali rasa nasionalismenya. Padahal dibalik kata kita ini Indonesia, bahwa Indonesia ini terbentuk atas dasar nilai keragaman, suku bangsa dan bahasa yang semuanya berbeda-beda.

Kesepakatan di atas perbedaan ini yang menjadikan Indonesia hari ini. Hal ini saya ucapkan dalam mimik wajah yang lebih serius dari Arteria saat meminta seorang Kajati untuk diganti.

Saya kira Arteria, bangsa ini yang jelas tidak dibangun di atas kepongahan, serta kesombongan seorang pejabat seperti Arteria. Para pendiri bangsa ini saling legowo, menghargai, nilai, suku, agama, ras dan bahasa satu dengan yang lainnya.

Kendati ada sumpah pemuda, namun pilihan redaksional, jong java, jong ambon, dan lainnya merupakan ekspresi kecintaan kita pada Indonesia.

Menjadi seorang pejabat seharusnya biasa sajalah pak Arteria. Apalagi katanya anda notabene wakil rakyat. Karena itu, tunjukkan perilaku anda selayaknya mewakili rakyat. Agar anda terus bisa dipakai oleh rakyat yang diwakili. Sehingga rakyat tidak meminta anda untuk diganti. **

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *