Fenomena Kader Pohon Beringin di Banten Loncat Pagar ke Partai Ka’bah

0

Oleh : H. Mubayyan.

(Editor Harianexpose com).

Belakangan ini ada fenomena menarik para politisi di wilayah Provinsi Banten. Pasalny,a, tak sedikit para politisi yang lomcat pagar berganti haluan. Hal ini cukup menarik untuk dicermati ada apa gerangan para politisi banyak yang loncat pagar dan berpindah ke partai lain. Hal ini seperti yang terjadi pada kader Partai Golkar di wilayah Provinsi Banten.

Menariknya, politisi Partai Golkar Banten tersebut banyak yang loncat pagar ke Partai berlambang Ka’bah atau Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Entah apa yang memicu para politisi berpindah ke PPP, bukan ke partai lainnya. Kendati hal itu merupakan hak asasi bagi warga negara, termasuk bagi para petualang politik tersebut.

Diketahui, PPP adalah partai yang notabene produk Orde Baru (Orba) yang dulu sempat bergonta-ganti lambang. Pada tahun 1973, lahirlah PPP dengan lambang Ka’bah. Kemudian pada tahun 1986, terjadi perubahan peta politik dibawah kekuasaan mantan Presiden Soeharto hingga berdampak pada lambang Ka’bah diganti dengan Bintang. Pergantian dari simbol bergambar Ka’bah ke Bintang tersebut adalah imbas dari sistem politik dengan menggunakan satu azas, yakni Pancasila.

Apabila partai politik tidak mengikuti regulasi dibawah kendali mantan Presiden Soeharto saat itu, maka partai di luar pemerintahan akan digembosi. Jika menganalisa kasus yang terjadi saat ini, beberapa tokoh politik di Banten banyak yang berpindah atau loncat pagar ke partai lain. Di kancah politik, orang yang suka berpindah partai itu sering dijuluki sebagai kutu loncat.

Sebagai deskripsi misalnya sosok seorang politisi kawakan di Banten yakni, Subadri Ushuludin, mantan Ketua DPRD Kota Serang dan saat ini menjabat sebagai Wakil Walikota Serang, yang  semula tercatat sebagai kader Golkar. Akan tetapi, saat ini loncat pagar ke partai berlambang Ka’bah. Tak pelak, Subadri pun kini menjabat sebagai Ketua DPW PPP Provinsi Banten.

Fenomena politisi loncat pagar itu juga dilakukan oleh Sahruji, seorang kader dan Pengurus Partai Golkar Kota Cilegon. Bahkan baru-baru inu sebut saja seperti H. SM. Hartono, yang notabene mantan Ketua DPRD Kabupaten Serang dan terakhir menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten, pun sama-sama ikut loncat pagar ke partai berlambang Ka’bah. Hartono juga awalnya merupakan kader partai berlambang Pohon Beringin.

Tentu saja, fenomena para politisi di tanah Jawara yang loncat pagar itu lantaran dipicu oleh berbagai alasan. Politisi yang loncat pagar tersebut biasanya lantaran merasa kecewa saat bersaing merebut kekuasaan atau ketika mencalonkan diri sebagai anggota legislatif maupun eksekutif. Akan tetapi yang bersangkutan dijegal oleh sang ketua partai maupun rival politiknya. Tak ayal, sehingga mereka pun akhirnya membelot ke partai lain lantaran merasa kecewa.

Hal tersebut sudah lazim terjadi di kancah politik di partai mana saja. Sebab, dalam kancah politik ada bunyi adagium yang cukup populer yakni, tidak ada kawan abadi, tapi yang ada hanya kepentingan. Tak pelak lagi, sehingga hal itu sudah menjadi kultur politik di Indonesia.

Apabila menganalisa ketiga tokoh kawakan partai politik di Banten itu, pada ghalibnya mereka  berpindah partai politik dengan kasus yang berbeda. Ada kader partai politik yang membelot ke partai lain karena dijegal oleh sang ketua partai. Namun, ada pula kader partai politik yang loncat pagar lantaran yang bersangkutan tersandung kasus pidana.

Tak ayal, sehingga mereka terpaksa harus berpindah haluan hanya demi kekuasaan dan jabatan. Hal itu pula yang sering menghinggapi para politisi. Tak peduli orang mau berkata apa. Karena yang penting bagi mereka bisa mendapatkan jabatan yang empuk di singga sana kekuasaan. **

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *