Fenomena Aksi Bar Bar Geng Motor di Banten

0

Oleh : HAIRUZAMAN.

(Ketua PJID Banten dan Wakil Pemimpin Redaksi Tabloid VISUAL Jakarta).

BELAKANGAN ini aksi geng motor di wilayah Provinsi Banten menjadi perhatian semua pihak. Fenomena geng motor yang notabene di dominasi oleh kalangan pelajar itu membuat resah dan gundah-gulana masyarakat. Pasalnya, aksi para geng motor itu mencederai korbannya dengan senjata clurit. Tak pelak lagi, akibatnya membuat geram masyarakat.

Di wilayah Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten, misalnya, sarang geng motor itu digerebek oleh aparat Anggota Satreskrim Polsek Cisoka. Belasan geng motor peneror warga itu tak berkutik saat digerebek oleh petugas kepolisian. Polisi berhasil menyita sedikitnya 6 pucuk clurit dan 8 unit sepeda motor. Dari belasan remaja yang dimankan, 6 remaja resmi dijadikan sebagai tersangka.

Celakanya, tiga dari enam tersangka itu berstatus pelajar dan masih di bawah umur. Dalam setiap aksinya mereka berkonvoi menggunakan sepeda motor sambil mengacungkan senjata clurit. Mereka pun tak segan-segan untuk melukai setiap korbannya.

Sementara itu, aksi geng motor yang menamakan dirinya All Star Serang Timur, sempat memblokade Jalan Raya di bilangan lampu merah Ciceri, Kota Serang, sambil mengacungkan senjafa clurit. Disinyalir mereka akan melakukan aksi balas dendam terhadap geng motor Kota Serang yang sempat mengancam anggota All Star. Kelompok “Bar Bar” dan tidak beradab itu sambil berteriak dan mengacungkan senjata clurit dengan membunyikan suara knalpot bising sepeda motor mereka.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol. Edy Sumardi, kepada Pers, menjelaskan, aksi para geng motor itu saat ini tengah ditangani oleh Polda Banten dan sedang dilakukan penyelidikan. “Kasus geng motor yang meresahkan masyarakat¬† tersebut saat ini tengah di dalami oleh Polda Banten,” bebernya.

Ia menuturkan, sedikitnya 4 orang berhasil diamankan di Polres Kabupaten Serang dan 1 orang lagi di Polres Serang Kota dan tengah dilakukan penyelidikan oleh petugas untuk diketahui motifnya melakukan aksi kekerqsan tersebut.

Rentetan aksi peristiwa kekerasan yang dilakukan oleh gang motor yang mayoritas di dominasi kalangan pelajar itu bisa jadi dipicu oleh maraknya peredaran obat-obatan terlarang seperti eksimer yang dijual secara bebas di warung-warung yang berkedok sebagai toko kosmetik dan tersebar di wilayah Provinsi Banten.

Celakanya, hingga kini peredaran obat-obatan terlarang itu masih marak terjadi dan luput dari pengawasan aparat kepolisian maupun Badan Narkotika Nasional (BNN) Banten. Padahal peredaran obat-obatan terlarang itu sudah sangat meresahkan masyarakat. Karena itu, warga terutama para orang tua harus mengawasi anak-anaknya yang nasih berstatus sebagai pelajar dengan ketat agar tidak terjerumus terhadap kenakalan remaja geng motor tersebut. **

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *