Reportase : A. Abdurrochom S. / Yani S. -Editor In Chief : Hairuzaman.
BANDUNG, Harianexpose.com |
Pemerintah Desa Gunungleutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Jawa Barat, sangat mengapresiasi dan mendukung dengan penuh adanya tiga program unggulan yang digulirkan Bupati Bandung, HM. Dadang Supriatna.
Di antaranya yakni salah satu program yang belakangan ini menjadi sebuah harapan bagi masyarakat Kabupaten Bandung, Pinjaman bergulir tanpa bunga dan agunan, insentif bagi guru ngaji serta kartu kelompok tani.

Ketiga program tersebut selama kepemimpinan Bupati Bandung, HM. Dadang Supriatna, yang lebih akrab disapa Kang DS, ini sudah berjalan dengan lancar. Selama Dadang memimpin Kabupaten Bandung, yang mempunyai misi dan visi Bandung bangkit, edukatif, dinamis, agamis dan sejahtera (Bedas).
Seperti yang disampaikan oleh k
Kepala Desa Gunungleutik, Agus Hamdani, ketika dikonfirmasi awak media, di sela-sela, kesibukannya, di aula kantor desa setempat, pada Senin.(14/11/2022), mengatakan, pihaknya berterima kasih, terutama kepada kang DS. Sebab, hal ini merupakan program strategis Bupati Bandung. Salah satunya program pinjaman bergulir tanpa bunga Bedas (PBTB) sudah terealisasi oleh pihak bank BJB,
Agus menjelaskan, kami merasa bangga dan berterima kasih lantaran Desa Gunungleutik yang mendapatkan bantuan pinjaman bergulir tanpa bunga tercatat lsekitar 43 orang.
“Dari jumlah 43 orang iitu, saat ini sudah melalui proses serta sudah memenuhi syarat, di antaranya, photo copy KTP, KK, surat keterangan usaha dan surat nikah, Semua persyaratan itu harus sudah disiapkan,” ujarnya.
Dengan adanya program ini, lanjut dia lagi, sesuai harapan Pemkab Bandung, Pemdes Gunungleutik dan Kecamatan Ciparay, berharap agar masyarakat sekitarnya tidak melakukan pinjaman ke bank Emok (Bank kelilingi-Red). Pasalnya, dampak dari bank Emok itu banyak negatifnya. Karena itu, bank Emok harus diminimalisir, Bahkan termasuk membantu kepada masyarakat karena tanpa bunga. Adapun yang Rp.20 ribu itu untuk asuransi atau jaminan.
Agus berpesan bagi yang mendapatkan pinjaman tersebut harus dipergunakan dengan sebaik mungkin. Minimal untuk membantu modal usaha dagang.
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Ciparay, Yani Kuswati, kepada awak media, mengungkapkan, untuk mensukseskan program tersebut bagi penerima manfaat sebesar Rp.2 juta harus dipergunakan untuk modal.usaha dan harus tepat sasaran.
Ia menambahkan, untuk proses pembayarannya bisa dicicil atau di angsur per bulan. Sedangkan angsurannya sebesar Rp.167 ribu. Sementara sasarannya yakni, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dimana peruntukannya nagi pengembangan usaha.